<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mas Noer MD</title>
	<atom:link href="http://nurmuhid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurmuhid.wordpress.com</link>
	<description>The real hamba Allah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Mar 2011 14:29:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurmuhid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mas Noer MD</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurmuhid.wordpress.com/osd.xml" title="Mas Noer MD" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurmuhid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Benarkah Kita Menyembah Allah???</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/25/benarkah-kita-menyembah-allah/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/25/benarkah-kita-menyembah-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 17:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[Al An’am]]></category>
		<category><![CDATA[mencari Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim Dalam Al Qur’an ada kalimat-kalimat yang bersifat metafora, untuk memahaminya membutuhkan pemikiran yang mendalam, kadang perlu dihubungkan dengan sejarah atau yang lain. Sebagai contoh tentang pencarian Tuhan oleh nabi Ibrorim. Beliau awalnya menganggap bintang sebagai Tuhan. Bintang ini dapat bermakna materiil benda angkasa, namun dapat dimaknai sebagai prestasi atau jabatan. Sejak kecil kita diajari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=120&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Dalam Al Qur’an ada kalimat-kalimat yang bersifat metafora, untuk memahaminya membutuhkan pemikiran yang mendalam, kadang perlu dihubungkan dengan sejarah atau yang lain. Sebagai contoh tentang pencarian Tuhan oleh nabi Ibrorim. Beliau awalnya menganggap bintang sebagai Tuhan.</p>
<p>Bintang ini dapat bermakna materiil benda angkasa, namun dapat dimaknai sebagai prestasi atau jabatan. Sejak kecil kita diajari untuk merasa bangga dengan bintang kelas. Kemudian semakin besar, kita mengenal bintang lapangan, bintang tamu, bintang televisi, bintang radio, bintang kehormatan yang disematkkan di dada, bintang film, bintang musik dan lain sebagainya.</p>
<p>Pola pendidikan dan lingkungan yang mengajarkan kepada kita untuk mengagungkan bintang itu, membuat sebagian banyak orang rela <span id="more-120"></span>mengorbankan segalanya demi mendapat gelar bintang ini. Warisan mengagungkan bintang ini, pada satu sisi adalah baik karena memotivasi anak agar berprestasi, giat belajar, mendorong supaya lebih kreatif. Namun pada sisi yang lain, kalau tidak hati-hati, hal ini dapat merusak aqidah, menjadikan generasi penerus menjadi musyrik.</p>
<p>Buktinya, banyak di antara kita yang masih suka membangga-banggakan prestasi (bintang) dirinya, juga prestasi dari anaknya, dari saudaranya, dari sahabatnya, dari partainya, dari golongannya, dari sukunya, dari bangsanya dan seterusnya. Kadar kebanggaannya terhadap prestasi itu lebih besar daripada kadar kebanggaannya terhadap Tuhannya.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus mengembalikan fungsi dari pengajaran membangga-banggakan/ mengaung-agungkan prestasi itu. Yaitu agar kita termotivasi untuk mengoptimalkan potensi kita. Sembari mengajarkan aqidah yang benar agar kita dan generasi penerus kita tidak jatuh pada perbuatan syirik.</p>
<p>“&#8230;.<em>Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia (Ibrohim) berkata “Saya tidak suka kepada yang tenggelam</em>” &#8230;.” (QS Al An’am; 76). Sebagaimana bintang yang bermakna presasi itu pun akan tenggelam oleh prestasi generasi berikutnya. Selama-lama menjadi bintang kelas di kelas yang sama hanyalah setahun, dia naik kelas dan diganti oleh bintang kelas yang lain. Tidak mungkin dia mempertahankan menjadi bintang kelas di kelas yang sama selama dua tahun. Begitu juga dengan bintang-bintang yang lain, ia pasti akan tergeser dengan munculnya bintang yang baru.</p>
<p>“<em>Kemudian tarkala dia (Ibrohim) melihat bulan terbit, dia berkata “Inilah Tuahnku</em>” &#8230;. “(QS Al An’am; 77). Ayat ini jelas menunjukkan bahwa pada tahap keduanya, nabi Ibrohim menganggap bulan sebagai Tuhannya. Bulan adalah simbol dari ketampanan, kecantikan, keindahan, penampilan. Sebagaimana naluriyah manusia, setelah menginjak remaja, mereka senang pada penampilan yang menarik, senang berhias, senang mode dan sebagainya yang bersifat good looking.</p>
<p>“<em>Kemudian tarkala dia (Ibrohim) melihat matahari terbit, dia berkata “Inilah Tuahnku. Ini yang lebih besar</em>” &#8230;. “(QS Al An’am; 78). Pada tahap ketiganya nabi Ibrohim menganggap matahari sebagai Tuhannya. Matahari adalah simbol dari harta, uang, materi. Keinginan untuk mencari duit/ harta akan muncul setelah manusia mencapai usia dewasa.</p>
<p>Matahari memang menyilaukan bila dilihat langsung pada siang bolong, sama seperti harta, banyak yang silau dengan harta. Demi harta/ duit ini, mereka rela melakukan apa saja. Ada yang rela kepanasan setiap hari seperti petani, tukang bangunan. Ada yang rela jaga di malam hari seperti satpam. Ada yang rela menjual harga dirinya. Ada yang rela tidur di kuburan seperti pencari nomor togel. Bahkan bos besar pun rela lembur kalau proyek mereka menjelang deadline sementara pekerjaan belum kelar.</p>
<p>Matahari pun akhirnya harus tenggelam bila telah datang waktunya. Begitu juga naluriyah manusia pada umumnya, setelah mendapatkan apa yang dicarinya, tidak beberapa lama ia akan bosan juga. Orang yang baru kuat beli sepatu, ia akan selalu ingat sepatunya, menaruh pun akan hati-hati kuatir diambil orang. Tapi selang beberapa bulan, ia mulai bosan dengan sepatunya. Ingin rasanya mencari ganti sepatu lagi.</p>
<p>Orang yang baru kuat beli sepeda motor akan sangat merasa bangga dengan sepeda motornya, sering dilap, dicuci, disenggol kasar sedikit saja dia akan marah. Karena bangganya terhadap sepeda motornya itu, sampai-sampai begitu bangun pagi, yang ingin dilihat pertama adalah sepada motornya masih ada apa tidak. Namun setelah beberapa bulan, sepada motornya sudah mulai kurang menarik. Mencucinya sudah tidak sesering dulu, kalau bangun sudah tidak sepenasaran dulu ingin lihat sepeda lagi.</p>
<p>Kalau semua sudah dapat dipenuhinya, ia akan mulai merasa “Kok cuma gini ya”. Penelitian terhadap para milyader yang berpenghasilan lebih satu milyar per bulan ketika memasuki usia 50 tahun atau lebih, mereka akan merasa bahwa bukan ini yang aku cari, mereka merasa ada sesuatu yang bermakna di luar materi.</p>
<p>“<em>Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Wajah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus. Dan aku bukan termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya</em>” (QS Al An’am; 79).</p>
<p>Pencarian nabi Ibrohim terhadap Allah (secara bahasa berarti idola) akhirnya menuju pada satu Tuhan saja. Meninggalkan pengagungan terhadap prestasi, penampilan, materi/harta untuk hanya mengagungkan Allah saja. Pengagungan terhadap simbol bintang, bulan dan matahari itu hakekatnya adalah syirik belaka.</p>
<p>Oleh karena itu, kewajiban kita adalah mengikis habis pengagungan terhadap simbol-simbol tersebut untuk diarahkan kepada pengagungan yang seharusnya diagungkan yaitu Allah. Ini memang tidak mudah, namun bukan sesuatu yang mustahil. Kita bisa melakukan ini karena ada contoh manusia mulai yang dapat melakukannya, yaitu nabi Ibrohim.</p>
<p>Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Tak lupa berdoa semoga kita diberi kekuatan dan pertolongan untuk dapat mengikis habis pengagungan terhadap sesuatu selain Allah. Amin.</p>
<p>Salam Sukses Bahagia</p>
<p>By Nur Muhid.</p>
<p>0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=120&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/25/benarkah-kita-menyembah-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bismillah</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/19/bismillah/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/19/bismillah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 19:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[bismillah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim Ada yang perlu diperhatikan dari penggunaan kalimat “bismi” pada kalimat Bismillahir rohmaanir rohiim sebagai ayat yang pertama dari surat Al Fatihah. Arti ayat itu adalah “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. Mengapa menggunakan tambahan dua kata “dengan nama” di depan kalimat basmalah tersebut? Padahal dengan menggunakan kalimat “Allahur rohmaanir rohiim” artinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=117&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Ada yang perlu diperhatikan dari penggunaan kalimat “bismi” pada kalimat Bismillahir rohmaanir rohiim sebagai ayat yang pertama dari surat Al Fatihah. Arti ayat itu adalah “<em>Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang</em>”. Mengapa menggunakan tambahan dua kata “<em>dengan nama”</em> di depan kalimat basmalah tersebut? Padahal dengan menggunakan kalimat “Allahur rohmaanir rohiim” artinya “<em>Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang</em>” sudah dapat memahamkan. Tentu hal ini ada hikmah di balik penggunaan dua kata itu.</p>
<p>Kita pernah mendengar statemen “<em>Apalah arti sebuah nama?</em>” tapi di sini kita dihadapkan pada statemen yang mengesankan pentingnya “nama”. Sekarang tugas kita adalah mencari apa saja urgennya dari penggunaan nama itu. <span id="more-117"></span>Pertama, adanya ‘nama’ itu akan memudahkan untuk mencarinya. Contohnya; Bila kita minta tolong kepada seseorang yang belum mengenal flashdisk. Kita tunjukkan barang itu kepadanya sampai dia tahu perkiraan ukuran, bentuk dan warna dari flashdisk kita itu. Lalu kita minta supaya dia membelikan barang yang sudah dia amati itu namun kita tidak memberi tahu apa nama dan fungsinya. Apa yang terjadi?</p>
<p>Kita dapat membayangkan betapa seringnya dia harus merasa kecewa karena ditolak oleh penjual gara-gara tidak tahu namanya itu. Pertama mungkin dia akan pergi ke toko kelontong, di sana dia akan menerangkan kreteria barang yang akan dibelinya, lalu dia akan ditunjukkan korek gas/ bensol. Karena tidak cocok, dia pun menggeleng lalu pergi ke toko lainnya. Mungkin dia akan pergi ke toko obat, dia menerangkan kreteria barang itu, dia akan ditunjukkan beberapa jenis obat yang bentuknya sebagaimana yang dia terangkan. Dia harus pamit lagi karena tidak ada yang sesuai. Berikutnya mungkin dia pergi ke toko onderdil, di sana dia akan menerangkan lagi, lalu dia akan ditunjukan beberapa jenis onderdil. Lagi-lagi dia harus mundur untuk pergi ke toko lainnya. Mungkin dia pergi ke toko bangunan, ke toko alat-alat listrik dan sebagainya, semuanya akan menolaknya, kecuali ke toko aksesori komputer yang di sana tersedia flashdisk.</p>
<p>Kesimpulannya adalah bahwa mencari barang yang tidak diketahui namanya itu akan jauh lebih lama dan lebih sulit mendapatkannya dibandingkan dengan mencari barang yang sudah diketahui namanya. Begitu juga akan lebih lama kalau kita mencari file di komputer yang tidak diketahui nama filenya, dibandingkan dengan mencari file yang telah kita ketahui namanya. Demikian juga mencari orang yang tidak diketahui namanya, hanya diketahui ciri-ciri fisiknya saja.</p>
<p>Kedua, adanya ‘nama’ itu akan menjadikan sesuatu mudah dibedakan dari lainnya, sehingga akan tahu bagaimana memperlakukannya. Contohnya, meskipun sama-sama logamnya, yang satu dari emas yang lainnya dari kuningan. Yang berasal dari emas akan lebih diperlakukan istimewa dibandingkan yang terbuat dari kuningan. Tidak perduli bentuknya sama-sama gelangnya atau sama-sama kalungnya.</p>
<p>Ketiga, adanya ‘nama’ itu akan meringkas penggunaan kata. Misalnya; <em>kita akan pergi menggunakan “bis”</em>. Ini akan lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan kata <em>kita akan pergi menggunakan “kendaraan yang memuat banyak orang, yang di dalamnya tersedia lebih dari 25 tempat duduk” </em></p>
<p>Keempat, adanya ‘nama’ itu akan mengurangi salah paham. Misalnya; <em>“Dalam acara jalan sehat nanti kita harus memakai tutup kepala agar seragam</em>”. Perintah semacam ini dapat menimbulkan salah persepsi, bila ada yang memakai caping pak tani, ada yang pakai topi pramuka, jangan disalahkan, karena perintahnya adalah memakai tutup kepala. Berbeda kalau perintahnya harus memakai <em>topi sekolah</em> atau <em>topi pramuka</em>.</p>
<p>Kelima, adanya ‘nama’ itu akan &#8230;. ini adalah bonus buat Anda para pembaca, supaya menambahkan kegunaan, keuntungan, kelebihan dan hikmah dari penggunaan “nama” agar tulisan ini menjadi lebih lengkap. Kontribusi pembaca sangat penulis hargai dan harapkan.</p>
<p>Penggunaan kata “<em>dengan</em>” pada kalimat “<em>dengan nama</em> &#8230;.” ini dapat berarti mengagungkan, karena kata “bismi” itu dapat berarti “<em>dengan nama” </em>dan dapat juga berarti “<em>demi nama”</em>. Dalam tradisi masyarakat dunia pada umumnya, penggunaan kata “demi” itu adalah untuk mengagungkan sesuatu.</p>
<p>Jadi dianjurkannya untuk mengawali segala aktifitas dengan basmallah itu berarti kita dalam bertindak itu harus mempertimbangkan supaya mengagungkan Allah. Sehingga kita tidak boleh beraktifitas yang negatif. Dengan demikian amal kita akan menjadi baik karena amal yang kita lakukan adalah untuk mengagungkan Allah.</p>
<p>Kata “<em>Dengan</em>” itu mempunyai makna adanya keterlibatan. Oleh karena itu, setiap aktifitas yang diawali dengan basmalah, edialnya justru mendorong kita untuk bertindak lebih semangat dan lebih serius dalam menjalankan, karena kita melibatkan Allah dalam aktifitas kita. Masak sih ketika kita ditemani presiden, kita malah bekerja santai.</p>
<p>Mudah-mudahan tulisan sederhana ini, menjadi pemicu bagi kita agar kita selalu mengawali setiap aktifitas kita dengan membaca basmalah. Dan semoga dengan penggunaan basmalah dalam mengawali setiap aktifitas kita itu, Allah mencatat semua aktifitas kita sebagai amal kebaikan kita. Amin.</p>
<p>Salam Sukses Bahagia</p>
<p>By Nur Muhid.</p>
<p>0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=117&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/19/bismillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Interlock Qur’an (penguji iman)</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/11/interlock-qur%e2%80%99an-penguji-iman/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/11/interlock-qur%e2%80%99an-penguji-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 18:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[interlock qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim Ada seorang non muslim yang sangat penasaran dengan kitab umat Islam, mengapa kitab ini ditulis dengan huruf Arab seragam di seluruh dunia, padahal kitab suci agama yang lain tidak demikian. Motivasi awalnya ia membuka al Qur’an adalah untuk mencari kelemahannya. Ia adalah Micheal Dove, seorang ahli matematika dan komputer dari Kanada. Dari sejak surat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=115&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Ada seorang non muslim yang sangat penasaran dengan kitab umat Islam, mengapa kitab ini ditulis dengan huruf Arab seragam di seluruh dunia, padahal kitab suci agama yang lain tidak demikian. Motivasi awalnya ia membuka al Qur’an adalah untuk mencari kelemahannya. Ia adalah Micheal Dove, seorang ahli matematika dan komputer dari Kanada.</p>
<p>Dari sejak surat pertama sampai surat ke surat ke 73, ia belum mendapatkan hal yang anggap sebagai kelemahanannya, ketika ia sampai pada surat ke 74 ayat 30,  yang artinya “Di atasnya ada 19” karena ia seorang ahli matematika, ia dibuat penasaran dengan penyebutan angka 19 ini. Apalagi pada ayat 31 disebutkan bahwa salah satu alasan penyebutan angka itu adalah sebagai penguji.<span id="more-115"></span></p>
<p>Arti ayat 31 “ Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu kecuali dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya &#8230;.”</p>
<p>Dalam benak Dove timbul rasa penasaran “masak sih angka 19 itu dapat menambah iman bagi orang yang beriman, dapat membuat yakin bagi orang yang diberi Al Kitab, menjadi cobaan bagi orang-orang kafir?”</p>
<p>Ia mulai mengutak-atik angka 19 itu. Mulai dari keunikan angka 1, yaitu a. Angka pertama dari bilangan asli, b. 1 kalau dikalikan dengan bilangan berapa pun akan ketemu bilangan pengali tersebut, misalnya 1 x 2 = 2, 1 x 9 = 9, 1 x 100 = 100</p>
<p>Angka 9, keunikannya adalah a. bilangan tertinggi, b. bila dikalikan dengan bilangan asli berapa pun lalu hasil perkalian itu dijumlahkan, maka akan ketemu angka 9, misalnya</p>
<p>9 x 2 = 18 à 1+ 8 = 9</p>
<p>9 x 3 = 27 à 2 + 7 = 9</p>
<p>9 x 7 = 63 à 6 + 3 = 9</p>
<p>9 x 500 = 4.500 à 4 + 5 + 0 + 0 = 9.</p>
<p>Dst.</p>
<p>Setelah ia mengurai angka 19 ini lalu dihubungkan dengan iman, ia merasa tidak sedikit pun mempengaruhi keimanan, baik menjadi yakin atau menambah iman. Oleh karena itu, ia berkesimpulan bahwa inilah kelemahan isi Al Qur’an. Akan tetapi sesaat kemudian ia tersadar bahwa ia belum menghubungkan dengan teks ayat-ayat yang lain. Lalu ia membuka dari halaman pertama, ia mulai dari ayat 1 surat Al Fatihah</p>
<p>بسم الله الرحمن الرحيم = ب + س + م + ا + ل + ل + ه + ا + ل + ر + ح + م  + ن + ا + ل + ح + ي + م = 19 menemukan fakta ini, ia bilang “Ah, ini cuma kebetulan”.</p>
<p>Lalu ia menghitung jumlah surat dalam Al Qur’an, jumlahnya ada 114, ia langsung hubungkan dengan angka 19, yaitu dengan membaginya. 114 : 19 = 6. hasilnya pas tanpa koma. Ini pun ia bilang “Ah, ini cuma kebetulan aja”</p>
<p>Dalam menghitung jumlah surat tadi, ia mendapati ada surat yang tidak diawali dengan basmalah, yaitu pada surat ke 9 (surat At Taubah). Ia mengira ini adalah kelemahnnya. Namun ia kembali disadarkan untuk mengecek dalam setiap surat, barangkali ada disebut di sana. Ternyata benar, ia menemukan basmalah secara lengkap berada pada surat An Naml (surat ke 27) ayat 30. Ia jumlah posisi ayat dan suratnya, yaitu 30 + 27= 57 à angka 57 : 19 = 3, lagi-lagi pas tanpa koma.</p>
<p>Ia juga menghitung interval antara surat yang tidak ada basmalahnya yaitu surat ke 9 sampai di surat yang memuat basmalah, yaitu surat ke 27. Ia menghitung dari 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27. ternyata intervalnya juga berjumlah 19.</p>
<p>Jumlah kata dalam kalimat bismillaahirrohmaanirrohiim, yang terdiri kata ism ada 19, (19 : 19 = 1). kata Allah ada 2.698, kalau dibagi 19 ada 142. jumlah kata Ar Rohman ada 57, bila dibagi 19 ada 3. jumlah kata Ar Rohim ada 114, bila dibagi 19 ada 6</p>
<p>Lima ayat dari wahyu pertama turun, yaitu ayat 1 – 5 surat Al ‘Alaq, ia hitung, jumlahnya ada 76 huruf. Angka 76 dibagi 19 ada 4. (bila Anda ingin membuktikan, silakan dengan Al Qur’an terbitan Madinah, karena kebanyakan dari Al Qur’an terbitan Indonesia, sering mengganti harokat berdiri dengan huruf alif, hal ini dapat membuat penambahan jumlah huruf dalam Al Qur’an). Surat Al ‘Alaq ini berjumlah 19 ayat, kalau dihitung dari belakang, surat ini menjadi urutan yang ke 19.</p>
<p>Begitulah seterusnya, ditemukan lebih dari 25 yang berhubungan dengan angka 19 ini. kalau awalnya ia boleh mengatakan bahwa itu adalah kebetulan, tapi setelah berkali-kali mendapatkan sesuatu yang unik seperti itu, ia tidak lagi dapat mengatakan bahwa itu adalah kebetulan lagi. Tapi ini pasti disengaja. Kesengajaan yang unik adalah hal yang ajaib. Dan keajaiban yang tidak dapat ditiru oleh manusia seperti itu adalah mukjizat.</p>
<p>Dalam buku yang berjudul “Membumikan Al Qur’an” kaya M. Quroisy Sihab. Disebutkan bahwa ada keseimbangan antara kata dan lawan katanya di dalam Al Qur’an, misalnya hidup dan mati, masing-masing disebut 145 kali. Manfaat dan madlorot, masing-masing disebut 50 kali. Kebaikan( sholihat) dan keburukan (sayyi’at), masing-masing disebutkan 167 kali. Panas dan dingin, masing-masing disebut 4 kali dst.</p>
<p>Ada pula keseimbangan antara kata dengan akibatnya, misalnya infaq dan ridlo, masing-masing disebut 73 kali. Kikir dan penyesalan, masing-masing disebut 12 kali. Keji dan marah, masing-masing disebut 26 kali dst.</p>
<p>Juga ada keseimbangan kata dan penyebabnya, misalnya pemborosan dan ketergesa-gesaan, masing-masing disebut 23 kali. Nasihat dan lidah, masing-masing disebut 25 kali. Tawanan dan perang, masing-masing disebut 6 kali dst.</p>
<p>Keseimbangan antara kata dengan kenyataan, misalnya kata hari dalam bentuk tunggal disebut 365 kali sama seperti jumlah hari dalam setahun. Kata hari dalam bentuk plural ( ayyam dan yaumaini) berjumlah 30 sama seperti jumlah hari dalam satu bulan. Kata bulan disebut 12 kali sama seperti jumlah bulan dalam setahun.</p>
<p>Al Qur’an menantang semua manusia untuk membuat yang setara dengan Al Qur’an, Sebgaimana yang tertera dalam surat Al Isro’; 88.</p>
<p>Artinya “Katakanlah; “Sungguh! Jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al Qur’an ini, tiadalah mereka sanggup membuat yang serupa seperti dia, sekalipun mereka saling membantu”</p>
<p>Untuk membuktikan kebenaran tantangan ini, Anda boleh mencobanya. Cobalah buat tulisan bebas temanya, bebas jumlahnya, mau sedikit selembar kwarto atau lebih banyak dari itu. Kreterianya ada keseimbangan dalam penggunaan kata-katanya, kata-katanya berbobot, kata-katanya juga indah, ada kata yang sengaja dibuat sebagai kelipatannya. Selamat mencoba!.</p>
<p>Demikian, kurang lebihnya saya mohon maaf, harapan saya semoga tulisan ini bermanfaat. Amin. Hanya kepada Allahlah kembali segala urusan.</p>
<p>Salam Sukses Bahagia</p>
<p>By Nur Muhid.</p>
<p>0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=115&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/11/interlock-qur%e2%80%99an-penguji-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengelola Hati</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/06/mengelola-hati/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/06/mengelola-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 06:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TASAWUF]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim Dalam kitab Ihya’ Ululmuddiin, Imam Ghozali memberikan penjelasan bahwa perkembangan rohani menuju hati yang sehat itu mirip dengan perkembangan badan. Badan akan berkembang dengan baik, normal dan sehat, bila memenuhi beberapa unsur pendukungnya, seperti makan makanan yang sehat, olah raga yang baik dan teratur, menjaga dari hal-hal yang dapat menyebabkan sakit atau celaka. Mengurangi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=113&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Dalam kitab Ihya’ Ululmuddiin, Imam Ghozali memberikan penjelasan bahwa perkembangan rohani menuju hati yang sehat itu mirip dengan perkembangan badan. Badan akan berkembang dengan baik, normal dan sehat, bila memenuhi beberapa unsur pendukungnya, seperti makan makanan yang sehat, olah raga yang baik dan teratur, menjaga dari hal-hal yang dapat menyebabkan sakit atau celaka.</p>
<p>Mengurangi unsur-unsur pendukung itu akan menyebabkan tumbuhnya <span id="more-113"></span>badan menjadi tidak normal. Misalnya tidak makan, maka meskipun badan dapat tumbuh, namun tumbuhnya tidak akan bisa ideal. Atau makan tapi tidak bergerak, juga dapat menyebabkan tumbuhnya badan menjadi tidak normal. Atau diberi makan dan dipakai olah raga, tapi tidak menjaga dari yang menyebabkan sakit dan celaka, maka itu pun dapat menyebabkan tumbuhnya badan menjadi tidak optimal.</p>
<p>Demikian pula dengan rohani, ia perlu mendapat asupan makanan berupa ilmu. Ilmu yang masuk harus ilmu yang menyehatkan, sebab input ilmu itu akan mempengaruhi output mindset dan tindakannya. Apa nutrisi ilmu yang dimasukkan akan mempengaruhi apa yang akan dilakukannya. Seperti orang yang memasukkan pengertian bahwa time is money, maka ia akan selalu berpikir untung rugi, hubungan yang dibangun dengan orang lain menjadi lebih transaksional daripada emosional. Dia akan menjalin hubungan dengan seseorang selama ia menguntungkan, bila sudah tidak lagi menguntungkan, maka hubungannya akan ia putus.</p>
<p>Orang yang memasukkan pengertian bahwa hidup bahagia itu seperti orang barat, maka ia akan mengkopi gaya hidup orang barat untuk ia terapkan dalam kehidupannya dan ia akan mengukur segala sesuatu itu dengan kaca mata budaya barat.</p>
<p>Orang yang memasukkan pengertian bahwa agama adalah way of life, maka ia akan bertindak sesuai dengan ajaran agama dan ia pun akan mengukur segala sesuatu itu dengan kaca mata agama. Oleh karena itu, hendaklah selektif dalam memasukkan ilmu, pilihlah ilmu yang menyehatkan rohani/ hati agar hati kita menjadi hati yang sehat dan selamat (qolbun saliim).</p>
<p>Kalau badan butuh oleh raga, maka rohani / hati pun juga butuh olah hati, yaitu berupa pembiasaan yang baik dan teratur, seperti solat; solat yang baik itu tidak hanya sekedar menjalankan, tapi dijalankan dengan khusyuk atau penuh dengan kesadaran, memahami apa yang dibaca dan memahami simbol dari gerakan yang dilakukan. Gerakan-gerakan dalam solat itu adalah bentuk dari jenis-jenis penghormatan. Oleh sebab itu, perasaan menghormat ini hendaknya dihayati, sehingga menimbulkan perasaan khusyuk.</p>
<p>Solat juga harus teratur, artinya sedapat mungkin berjamaah untuk solat yang fardlu, sedang untuk solat sunah hendaknya juga teratur dilakukan, seperti solat malam, dhuha, rowatib dan tahiyyatul masjid.</p>
<p>Termasuk dalam kategori olah hati adalah zikir. Zikir ini tidak sekedar menghafal bacaan dengan menggerakkan mulut seperti ikan mujahir atau sapi, tapi ada penghayatan di dalam hati. Zikir juga bukan sekedar melafalkan bacaan-bacaan tertentu, tapi semua aktifitas yang mengingatkan diri kepada Allah, bentuk aktifitasnya bisa berupa berpikir, mengamati sesuatu, bekerja, berdiskusi, membaca Al Qur’an dan sebagainya.</p>
<p>Rohani/hati juga butuh treatment, menjaga dari hal-hal yang menyebabkan sakit atau celaka. Seperti menjaga hati dari iri, dusta, dendam, bakhil, mengeluh/ tidak bersyukur, ghibah /gosip, membuka aib orang, sombong, ujub dan lain-lain. Penyakit-penyakit hati ini harus diobati supaya membuat hati menjadi sehat.</p>
<p>Caranya adalah dengan membiasakan lawan dari penyakit itu. Misalnya sakit sombong, harus diobati dengan membiasakan sikap rendah hati. Iri harus diobati dengan membiasakan sikap qonaah. Dendam diobati dengan membiasakan memaafkan. Dusta diobati dengan membiasakan kejujuran. Bakhil diobati dengan membiasakan sedekah. Mengeluh diobati dengan membiasakan banyak bersyukur, dan seterusnya.</p>
<p>Mengobati penyakit-penyakit hati ini butuh waktu, prosesnya tergantung kadar dari penyakitnya. Kalau ringan ya akan cepat sembuh, kalau sudah kronis ya butuh waktu yang lebih lama dan terapi yang khusus serta ketekunan dan kesabaran pasien. Bahkan kadang perlu berobat ke dokter hati yang ahli kalau memang dibutuhkan.</p>
<p>Puasa, makan tidak sampai kenyang benar, mengurangi bicara, mengurangi hal yang sia-sia, menjaga makan dari yang syubhat dan kumpul dengan orang solih juga dapat menjadi cara untuk mentreatment hati dari penyakit-penyakit hati.</p>
<p>Demikian ulasan sederhana ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan pertolongan oleh Allah sehingga kita dapat mengelola hati kita menjadi hati yang sehat dan selamat. Amien ya robbal ‘alamien</p>
<p>Salam Sukses Bahagia</p>
<p>By Nur Muhid</p>
<p>0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=113&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/04/06/mengelola-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anehkah kita ini?</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/29/anehkah-kita-ini/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/29/anehkah-kita-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 14:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TASAWUF]]></category>
		<category><![CDATA[anehkah kita]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrohim din ashom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim Bila kita membaca komentarnya Syeh Ibrohim bin Ashom mengenai keunikan kita, kita akan sadar bahwa kita ini memang aneh. Aneh seperti apa sih? Mari coba kita perhatikan statemen berikut ini : 1. Kita mengakui bahwa Allah itu haq ada-Nya, haq janji-Nya, haq surga-Nya, haq neraka-Nya. Namun kita tidak melakukan apa yang menjadi hak-hak Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=110&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Bila kita membaca komentarnya Syeh Ibrohim bin Ashom mengenai keunikan kita, kita akan sadar bahwa kita ini memang aneh. Aneh seperti apa sih? Mari coba kita perhatikan statemen berikut ini : 1.	Kita mengakui bahwa Allah itu haq ada-Nya, haq janji-Nya, haq surga-Nya, haq neraka-Nya. Namun kita tidak melakukan apa yang menjadi hak-hak Allah dengan baik dan sungguh-sungguh. Padahal kita terhadap atasan kita di kantor atau di mana pun di bidang kehidupan ini, yang ada kemungkinan mengingkari janjinya, yang ada kemungkinan tidak akan selamanya menjadi atasan kita, kita sangat taat. Kalau karena ada perasaan takut dipecat. Mengapa kita <span id="more-110"></span>merasa aman dengan siksa-Nya dengan menyepelekan perintah-perintah-Nya? Kebalkah kita dengan siksa-Nya? Mengapa kita lebih mentaati sesuatu yang sementara keadaannya? Mengapa kita lebih takut kepada sesuatu yang kecil kekuasaannya? 2.	Kita mengakui bahwa kita mencintai nabi Muhammad saw, tapi tidak mau menjalankan sunah-sunahnya. Apakah cukup pengakuan tanpa bukti? Apakah kita senang bila ada orang bilang “Saya mencintai Anda”, tapi perilakunya sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia mencintai Anda? Apa yang kita anjurkan, tidak dia pedulikan, dia mengikuti anjuran-anjuran dari orang yang selain dari kita. Apa yang kita senangi, tidak dia lakukan. Apa yang kita benci, tidak dia jauhi.  Apakah perilaku kita juga demikian terhadap nabi kita? 3.	Kita ingin masuk surga, namun kita tidak mau menjalankan amalan-amalan ahli surga. Ibarat kita mau ke Jakarta, sedang posisi kita di semarang, kita tidak melangkah sebagaimana apa yang ditempuh oleh orang-orang yang mau ke Jakarta, kita malah melangkah ke arah Surabaya, yaitu arah yang berlawanan, padahal kita ingin sampai di Jakarta. Mungkinkah itu terwujud? 4.	Kita tidak ingin masuk ke neraka, tapi amalan-amalan kita seperti amalan-amalan ahli neraka. Ibarat kita ingin selamat dari jurang yang dalam, namun kita malah mendekatinya dan bermain-main di tepian jurang itu. Selamatkah kita dari jurang bila kita bermain-main di tepian jurang itu? Selamatkah kita dari api neraka bila kita melakukan amalan-amalan ahli neraka? 5.	Kita mengakui bahwa setan itu adalah musuh bagi kita, tapi kita malah berteman dengannya. Al Qur’an telah beberapa kali mengingatkan kepada kita bahwa “setan itu musuh yang nyata bagimu”. Bagaimana pun kita berbuat baik kepadanya dan seakrab apa pun kita dengan setan, ia tetap saja akan menyesatkan kita. Tidak ada kata kasihan atau pilih kasih dari setan terhadap kita, semuanya akan ia sesatkan kecuali orang-orang yang ikhlas. Mungkinkah kita akan selamat dari musuh kita bila kita selalu menuruti kemauan musuh kita itu? 6.	Kita yakin bahwa mati itu adalah sesuatu yang pasti terjadi, tapi kita tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Kita sering merasa bahwa kematian kita masih lama, sehingga kita merasa aman bila perilaku kita jauh dari ajaran agama yang melalaikan kita dari mempersiapkan bekal kematian kita. Apakah kita tahu pasti kapan kita akan mati, sehingga merasa aman menunda-nunda mempersiapkan bekal kematian kita? Sampai kapankah kita akan terus begini? 7.	Kita melayat dan mengantarkan jenazah, tapi kita tidak mengambil pelajaran darinya. Bila kita melayat kepada seseorang yang jenazah itu disolatkan dan diantarkan ke kuburan oleh orang banyak, maka tanyakanlah pada diri kita “Apakah bila saya mati nanti, orang yang mensolatkan dan yang mengantarkan jenazah saya akan sebanyak ini? Amalan sebanyak apakah yang sayas perbuat sehingga membuat banyak orang senang mensolatkan dan mengantarkan jenazah saya ke kuburan nanti? Bila kita melayat kepada seseorang yang jenazah itu disolatkan dan diantarkan oleh sedikit orang, maka tanyakanlah pada diri kita “Apakah jika saya mati nanti, orang yang mensolatkan dan orang yang mengantarkan jenazah saya akan sama sedikitnya dengan orang yang mensolatkan dan mengantarkan jenazah ini?” Tinggalkanlah amalan-amalan buruk kita sedikit demi sedikit, sehingga saat kematian kita nanti, kita menjadi lebih baik dari saat ini.  Demikian ulasan sederhana ini, Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin. Salam Sukses Bahagia By Nur Muhid. 0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=110&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/29/anehkah-kita-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekal kehidupan (khotbah)</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/28/bekal-kehidupan-khotbah/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/28/bekal-kehidupan-khotbah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 16:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[KHUTBAH]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[bekal kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذى خلق السموات والارض وجعل الظلمات والنور ثم الذين كفروا بربّهم يعدلون وهوالذى خلقكم من طين ثم قضى اجلا واجل مسمّى عنده ثم انتم تمترون وهو الله فى السموات وفى الارض يعلم سرّكم وجهركم ويعلم ما تكسبون   اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=106&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>بسم الله الرحمن الرحيم</h1>
<p>الحمد لله الذى خلق السموات والارض وجعل الظلمات والنور ثم الذين كفروا بربّهم يعدلون وهوالذى خلقكم من طين ثم قضى اجلا واجل مسمّى عنده ثم انتم تمترون وهو الله فى السموات وفى الارض يعلم سرّكم وجهركم ويعلم ما تكسبون   اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعه الى يوم الدين اما بعد عباد الله اوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتّقون قال الله تعالى القارعة ماالقارعة وما ادرىك ماالقارعة يوم يكون الناس كالفراش المبثوث وتكون الجبال كالعهن المنفوش</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Pertama-tama marilah kita panjatkan segala puji dan syukur kehadirat Allah swt, semoga dengan puji dan syukur yang kita panjatkan ini akan menambah dan mendatangkan nikmat-nikmat dari Allah yang lain. Amin.</p>
<p>Solawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi agung Muhammad saw, semoga juga tercurah kepada keluarga beliau, kepada para sahabat beliau dan kepada siapa saja yang mengikuti beliau. Semoga solawat yang kita haturkan ini menjadikan kita dicatat dan diakui sebagai umat beliau sehingga di hari akhir nanti, kita mendapat syafaat dari beliau. Amin amin ya robbal ‘alamin<span id="more-106"></span></p>
<p>Melalui forum ini, ijinkanlah saya mengingat diri saya dan para jamaah agar senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt, sehingga bila ajal nanti tiba menjemput kita, kita mati dalam keadaan bertaqwa kepada Allah, mati yang husnul khotimah. Amin</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Ijinkanlah saya akan mengawali khotbah jum’at ini dengan sebuah hadits nabi yang berisi tentang persiapan menghadapi kiamat atau akhirat. Yaitu pada suatu ketika seorang sahabat nabi Muhammad saw yang bernama Abu Musa Al Asy’ariy bertanya kepada nabi. Pertanyaannya begini “Kapan kiamat itu terjadi, Wahai Rosululloh?” Kalau sahabat itu hidup di jaman sekarang, mungkin pertanyaan tersebut akan dikaitkan dengan apa yang terjadi saat ini. Jadi pertanyaanya bisa menjadi “Wahai Rosululloh, Apakah kiamat itu akan terjadi nanti pada tahun 2012, seperti yang diramalkan oleh suku maya itu?”</p>
<p>Atau “Apakah kiamat itu akan terjadi kalau lapisan ozon sudah berlubang seluas benua antartika yang luasnya setara dengan pulau jawa sebagaimana penemuan para ahli antariksa baru-baru ini?”.</p>
<p>“Apakah kiamat itu akan terjadi kalau ada planet asing yang bernama nibiru menyasar ke orbit bumi lalu menabrak bumi?”.</p>
<p>“Apakah kiamat itu akan terjadi kalau sudah ada badai matahari?”</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Mendapat pertanyaan yang demikian dari Abu Musa itu, nabi menanggapi dengan balik bertanya “Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapi kiamat itu?”. Kalau dalam bahasa kita kira-kira tanggapannya berbunyi begini “Kamu kok berani bertanya seperti itu, apa persiapanmu? Modalmu itu apa?”</p>
<p>Jawaban nabi yang diplomatis ini mengisyaratakn bahwa mempersiapkan bekal untuk menyambut hari akhir itu jauh lebih penting dari pada mengetahui kapan terjadinya kiamat. Apa artinya mengetahui kapan terjadinya kiamat, bila kita tidak mempunyai persiapan untuk itu?</p>
<p>Jadi yang penting adalah sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi kiamat itu? Kalau bekal sudah cukup, maka menjadi tidak terlalu penting kapan terjadinya kiamat. Besok atau lusa, atau tahun 2012 atau 2045 tidak ada bedanya. Sama saja. Yang membedakan adalah untuk apa waktu yang tersisa itu kita gunakan? Untuk menambah atau malah mengurangi bekal?</p>
<p>Kalau sekiranya dengan ditambahnya waktu itu akan membuat kita menjadi lebih baik dan lebih banyak bekalnya, maka mundurnya kiamat  itu akan lebih baik bagi kita. Namun kalau sebaliknya, dengan ditambahnya waktu itu akan membuat kita menjadi lebih buruk, maka  mundurnya kiamat adalah keburukan bagi kita.</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Jawaban nabi yang berupa pertanyaan kepada Abu Musa itu, sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada Abu Musa saja, namun juga diarahkan kepada semua orang yang mengaku sebagai umat beliau. Ditujukan kepada kita semua yang mengaku diri beragama Islam ini. Apakah yang telah kita persiapkan untuk menghadapi kiamat itu?</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Kiamat ini jangan hanya dimaknai dengan rusak binasanya alam ini saja, tapi juga maknailah dengan kematian setiap diri kita. Karena hakekat kiamat itu adalah batas dari dunia tempat kita menanam dengan akhirat tempat menuai hasilnya. Sama seperti kematian, ia adalah batas kita diberi kesempatan untuk menanam atau mempersiapkan bekal dengan alam barzah tempat kita mencicipi sebagaian dari apa yang kita tanam itu.</p>
<p>Oleh karena itu, bergegaslah untuk mencari bekal bagi kehidupan akhirat sebelum batas menanam itu berakhir. Carilah bekal itu sebelum kematian itu datang. Karena kalau peluit kematian telah ditiup, maka sejak saat itu kita sudah tidak akan dapat menanam lagi. Kalau bel kematian telah dibunyikan, maka sejak detik itu kita sudah tidak bisa menyiapkan bekal lagi.</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Menanggapi pertanyaan nabi itu tadi, Abu Musa kemudian menjawab “Saya tidak mempersiapkan untuk hari kiamat itu dengan memperbanyak salat, tidak mempersiapkan dengan memperbanyak sedekah, tidak mempersiapkan dengan memperbanyak puasa &#8230;.”</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Padahal yang namanya Abu Musa ini solatnya tekun, solat di awal waktunya, rutin jamaahnya, banyak solat sunnahnya, tapi Abu Musa mengaku tidak mempersiapkan bekal kiamat dengan solatnya itu. Beda dengan kita yang solatnya asal genap ini, yang sering tidak di awal waktunya, jamaahnya hanya pada solat tertentu saja, biasanya hanya pada solat maghrib dan isya’ saja, solat sunahnya jarang dilakukan, tapi kita justru mengandalkan solat yang demikian itu untuk menghadapi kiamat. Sungguh ironis kita ini bila dibandingkan dengan para sahabat nabi dulu.</p>
<p>Abu Musa ini juga seorang sahabat nabi yang gemar bersedekah, namun demikian beliau tidak mempersiapkan untuk hari kiamat itu dengan banyaknya sedekah itu. Hal ini sungguh beda dengan kebanyakan kita, yang suka menghitung-hitung berapa banyak yang telah kita sedekahkan, padahal hanya sedikit sekali dibandingkan dengan apa yang kita punya. Tidak ada lima persen dari seluruh harta yang kita miliki. Namun kita justru mengandalkan sedekah itu untuk bekal hari akhir.</p>
<p>Abu Musa ini adalah orang yang memperbanyak waktu siangnya untuk berpuasa, malamnya untuk salat tahajud, namun beliau juga tidak mempersiapkan untuk hari kiamat dengan banyaknya puasa itu. Padahal kebanyakan dari kita ini, kalau tidak bulan romadlon ya kita tidak puasa. Puasa senin dan kamis itu hanya kadang-kadang, itu pun karena ada unsur terpaksanya. Seperti itu puasa kita, namun kita seolah-olah telah mempunyai bekal yang cukup untuk menghadapi kiamat.</p>
<p>Jamaah solat jum’at rohimakumulloh</p>
<p>Lalu apa yang dipersiapkan oleh Abu Musa untuk menghadapi kiamat itu? Dalam dialog dengan nabi tadi, Abu Musa meneruskan jawabannya dengan mengatakan “&#8230;. tetapi saya mempersiapkan hari kiamat itu dengan cinta kepada Allah dan cinta kepada engkau, wahai Rosululloh”. Mendengar jawaban Abu Musa yang demikian itu, kemudian Nabi menimpalinya dengan bersabda “Engkau akan dikumpulkan bersama yang engkau cintai”. Hadits riwayat Bukhori dan Muslim.</p>
<p>Ya, Engkau akan dikumpulkan bersama yang engkau cintai. Demikian sabda nabi menutup dialog itu. Bagaimana dengan cinta kita? Semoga meskipun kita masih mencintai rumah kita, masih mencinta kendaraan kita, masih mencintai jabatan kita, masih mencintai anak istri kita, namun mudah-mudah juga kita masih mempunyai cinta kepada Allah dan rosul-Nya. Sehingga cinta kita kepada Allah dan rosul-Nya yang sedikit itu mudah-mudah dapat menolong kita di hari kiamat nanti. Amin</p>
<p>Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Mudah-mudahan kita senantiasa mendapat pertolongan Allah dalam mempersiapkan bekal akhirat, sehingga ketika kita mati nanti, kita mati dalam keadaan husnul khotimah. Amin.</p>
<h1>بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعني واياكم بالايات وذكرالحكيم وتقبل الله منى  ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الرحيمين</h1>
<p>Salam Sukses Bahagia</p>
<p>By Nur Muhid.</p>
<p>0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=106&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/28/bekal-kehidupan-khotbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ihdinaa (Tunjukilah Kami)</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/26/ihdinaa-tunjukilah-kami/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/26/ihdinaa-tunjukilah-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[“Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”, kalimat permohonan ini terdapat dalam surat fatihah yang secara otomatis kita baca setiap kali kita solat. Dengan demikian kita telah mengulang-ulang permohonan ini dalam setiap harinya. Permohonan ini juga telah Allah respon. Tapi kita kadang kurang menyadari bahwa doa kita itu telah dikabulkan-Nya. Jawaban Allah atas doa kita itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=100&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”, kalimat permohonan ini terdapat dalam surat fatihah yang secara otomatis kita baca setiap kali kita solat. Dengan demikian kita telah mengulang-ulang permohonan ini dalam setiap harinya. Permohonan ini juga telah Allah respon. Tapi kita kadang kurang menyadari bahwa doa kita itu telah dikabulkan-Nya.  Jawaban Allah atas doa kita itu kadang dilewatkan melalui suara hati, seperti ada dorongan untuk melakukan kebaikan tertentu atau menjauhi keburukan tertentu. Kadang jawaban doa itu berbentuk teguran dari orang lain, misalnya ketika kita berbuat salah, kita ditegur orang, tetapi kadang kita sering tidak menyadari bahwa hal itu sebagai cara Allah menunjukkan kepada kita ke jalan yang lurus, sehingga kita sering tidak berkenan mendapat teguran itu. <span id="more-100"></span> Padahal kalau kita rela menerima teguran itu, lalu segera memperbaiki kesalahan kita, itu tidak akan membuat kita menjadi rendah, tapi justru sebaliknya yaitu menambah kesalutan orang lain kepada kita. Telah banyak terbukti bahwa seseorang yang ditegur dari kesalahannya, lalu ia segera memperbaiki kesalahannya, sikapnya itu justru membuat tambah salut orang lain kepadanya. Namun anehnya, rata-rata kita gengsi menerima teguran orang lain. Padahal kita kurang suka terhadap orang yang keras kepala, kita kurang senang kepada orang tidak mau menerima kritikan dari orang lain. Jawaban Allah atas doa kita itu kadang dilewatkan melalui TV, kadang lewat bacaan, kadang lewat isyarat alam, lewat mimpi dan sebagainya, yang semuanya itu terjadi seolah-olah seperti kebetulan mengoreksi atau mentertawakan sikap, perilaku, pola pikir, kemalasan, keraguan, kebohongan, kedunguan kita. Yang bila kita peka terhadap itu semua, kita akan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan kita. Atau melalui berbagai media itu tadi, kita merasa didukung, merasa dipacu, merasa diyakinkan bahwa kita berada pada jalan yang tepat, sehingga kita merasa perlu mengoptimalkannya.   Jawaban Allah atas doa kita itu kadang dilewatkan melalui sakit, kadang lewat kehilangan sesuatu, kadang lewat bencana. Betapa banyak orang bisa menyadari kesalahan-kesalahannya pada saat ia sakit, saat ia menderita. Sehingga setelah sembuh dari rasa sakit fisik atau setelah berlalu penderitaannya, ia berubah menjadi orang yang baik, orang yang ramah, orang yang dermawan, orang yang peduli kepada sesamanya. Bila kita peka terhadap cara Allah memberi petunjuk kepada kita, maka kita akan dapat menyimpulkan bahwa Allah itu amat bijaksana dalam memberikan petunjuk-Nya. Awalnya petunjuk itu diberikan langsung ke hati kita, yaitu yang berujud suara hati. Namun banyak di antara kita yang mengabaikan suara hati itu. Kedua, bila dengan cara tadi tidak diterima, maka datanglah petunjuk Allah melalui orang lain atau media lain. Seperti dinasehati orang, tapi kadang juga tidak mempan. Nasehat belum lengkap disampaikan sudah ditinggalkan atau melalui TV malah diganti cannel. Lewat koran, hanya dibaca judulnya saja. Lewat buku, baru dibaca sebagian sudah ditutup dan tidak pernah dilanjutkan lagi.  Ketiga, jika petunjuk Allah itu masih saja tidak diterima dengan cara yang kedua ini, maka Allah akan memberikan petunjuk-Nya melalui peristiwa yang tidak menyenangkan. Seperti sakit, kehilangan sesuatu, kelupaan sehingga dimarahi orang, rugi dalam berusaha, kebentur kepalanya, kecelakaan ringan, ditipu orang, dimusuhi orang, difitnah orang, terkena bencana dan sebagainya. Kesimpulannya, sesungguhnya petunjuk Allah itu telah diberikan dari berbagai arah dan dari berbagai cara, tinggal kita peka apa tidak memahami petunjuk-petunjuk Allah itu, mulai sekarang belajarlah memahami segala persoalan dari berbagai aspek, memahami berbagai peristiwa dari berbagai sudut supaya petunjuk Allah itu dapat kita tangkap dengan baik dan benar lalu kita aplikasikan dengan sungguh-sungguh. Sehingga kualitas diri kita semakin membaik. Hari ini lebih baik dari hari kemarin. Demikian ulasan sederhana ini, kurang lebihnya mohon maaf dan semoga uraian ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Salam Sukses Bahagia By Nur Muhid. 0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=100&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/26/ihdinaa-tunjukilah-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khotbah Idul Adha 2</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/26/khotbah-idul-adha-2/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/26/khotbah-idul-adha-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 08:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[KHUTBAH]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah idul adha 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله اكبر 9 لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد الحمد لله كثيرا و سبحا ن الله بكرة واصيلا  لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده و اعز جنده وهزم الاحزاب وحده  لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=98&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>الله اكبر 9 لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد الحمد لله كثيرا و سبحا ن الله بكرة واصيلا  لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده و اعز جنده وهزم الاحزاب وحده  لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون  اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعه الى يوم الدين برحمتك يا ارحم الراحمين وادابتلى ابراهيم ربه بكلمات فاتمهن قال انى جاعلك للناس اماما قال ومن ذريتي قال لا ينال عهدى الظالمين اما بعد عباد الله اوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون</p>
<p>Allahu akbar 3x</p>
<p>Segala puji bagi Allah. Allah Yang Maha besar yang tiada Tuhan selain Allah. Tidak ada yang menyekutukan-Nya. Allah yang Maha Besar Kekuasaan-Nya yang meliputi seluruh langit dan bumi berikut segala yang ada di antara keduanya. Sungguh tidak ada satu makhluk pun menyamai-Nya. Dan manusia itu sesungguhnya amat kecil betapa ia mempunyai kekayaan seisi bumi ini, karena bumi ini dibandingkan dengan alam raya hanyalah setitik debu saja, karena itu tidaklah pantas bagi kita manusia bersikap mengagungkan diri kita sendirinya. Bersikap sombong juga congkak.<span id="more-98"></span></p>
<p>Solawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi agung Nabi besar Muhammad saw, kepada keluarga beliau, kepada sahabat-sahabat beliau dan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau.</p>
<p>Alllahu akbar 3x</p>
<p>Hari ini adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, Mengagungkan Allah swt. dianjurkannya lebih memperbanyak membaca takbir pada hari raya ini daripada dianjurkan memperbanyak kalimat-kalimat yang lain seperti kalimat istighfar, kalimat lahaula wala quwwata illa billah, kalimat inna lillahi wainna ilaihi rojiun atau solawat kepada nabi agung Muhammad saw. Dianjurkannya memperbanyak takbir daripada yang lain ini tidak lain karena selama hari-hari di luar hari raya, kita ini lebih mengagungkan kepada selain Allah. Kita sedikit sekali menyadari keagungan Allah dan membesarkan-Nya. Sadar atau tidak, diakui atau tidak di hari-hari yang lain pikiran yang muncul dari otak kita, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut kita, sesuatu yang terbetik dalam hati kita dan juga perilaku dari angota tubuh kita cenderung mengagungkan kepada yang selain Allah. Praktisnya di hari-hari yang lain kita lebih disibukan dengan aktifitas mencari kehidupan dunia. Hampir seharian penuh setiap harinya, seluruh aktifitas kita tertuju pada kehidupan dunia ini. Dan dari aktifitas mencari kehidupan dunia itu yang beraneka macamnya itu, ada yang paling banyak kita preoritaskan kalau tidak malah kita “agungkan”. Yaitu aktifitas kita lebih banyak tertuju kepada hal-hal yang berkaitan dengan isi perut. Survei menunjukkan bahwa 70 % income atau penghasilan masyarkat Indonesia habis untuk belanja makanan. Maka tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa kita lebih mempreoritaskan aktifitas kita pada hal-hal yang berkaitan dengan isi perut. Dan di hari ini kita disuruh secara khusus agar aktifitas kita itu, sejenak kita arahkan untuk mengagungkan kepada yang memang semestinya kita agungkan, yaitu Allah yang Maha Besar. sebagaimana simbolnya bahwa hewan kurban yang akan disembelih itu adalah kambing. Bukan jerapah! Kambing adalah binatang yang kepalanya setara dengan perut dan kemaluannya. Ini simbol bahwa isi pikirannya itu hanya berkisar pada hal-hal yang berkaitan dengan isi perut dan pelampiasan kelaminnya itu. Dan hewan kurban yang dianjurkan adalah hewan yang jantan, meskipun yang betina juga dibolehkan, ini menunjukkan bahwa selain dagingnya lebih banyak, ternyata isi otak orang pria itu lebih dominan berbau porno dibandingkan dengan isi otak orang wanita. Dan hari ini pikiran yang ke arah dua jurusan itu dianjurkan sejenak sekali lagi sejenak untuk disembelih sebagaimana menyembelih kambing itu. Mengapa dianjurkan untuk disembelih? Antara lain adalah supaya mendapat ganti yang lebih besar. Salah satu ganti yang besar itu adalah kehormatan diri atau martabat yang tinggi atau ketinggian derajat. Coba kita ingat, apa komentar orang terhadap orang yang pikirannya penuh berisi hal-hal yang berkaitan dengan soal makanan sehingga sampai sering tercetus ke dalam kata-katanya. sedikit-sedikit menanyakan soal makan, kerja sedikit tanya apa snacknya, bantu sedikit tanya soal kleni-annya, diajak pergi tanya mau diberi makan apa. Dipanggil “ke sini! ke sini!” jawabnya mau diberi apa? Komentar yang kita dengar terhadap orang itu adalah “pakanane wae!”. orang yang sering mendapat komentar demikian yaitu serin dibilang pakane wae, pakanane wae tentu menjadi merendah martabatnya, turun derajatnya. Begitu juga dengan orang yang pikirannya dipenuhi denan hal-hal yang berkaitan dengan kelamin melulu. Komentar orang kepadanya adalah “otak ngeres!”. kata “ngeres” adalah ungkapan terhadap situasi yang kotor, tidak enak dipandang dan merasa jijik berada di sana. Bila dihayati komentar ngeres ini adalah komentar sedemikian rendah, karena otaknya digambarkan sebagai kotor lagi menjijikkan. Padahal otak adalah kehormatan manusia. Sekarang kehormatan itu dicap atau dianggap menjijikan. Ah sunggug terlalu. Tentu orang yang mendapat sering komentar “si otak ngeres” itu juga akan menjadi rendah martabatnya. Bukankah kalau nanti sedikit saja si otak ngeres ini melakukan kesalahan di bidang yang lain akan dibilang “dasar otak ngeres”? gitu. Komentar yang dihubung-hubungkan dengan isi otaknya, padahal hal atau bidang yang ia melakukan kesalahan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi otak ngeresnya itu. Komentar yang tidak relevan tentu akan semakin menjengkelkan dan semakin merendahkan martabatnya. Nach Keberanian sejenak memotong pikiran kepada kedua arah itu setiap harinya atau setidaknya meminimalisir pikiran-pikiran yang begitu itu lalu kemudian diarahkan kepada membesarkan Allah swt akan menghasilkan kualitas diri sebagai manusia yang bermartabat. Mudah-mudah kita semua diberi kesanggupan menjalankannya. Dan menjadi manusia-manusia yang bermartabat tinggi. Amin.</p>
<p>Allahu akbar 3x</p>
<p>Khotbah-khotbah idul adha tidak lengkap bila tidak menceritakan peristiwa penyembelihan oleh nabi Ibrohim kepada putranya nabi Ismail. Berdasarkan perhitungan para ahli sejarah, Hari ini adalah peringatan sekitar yang ke 3910 kalinya. Angka 3910 ini muncul dari penjumlahan jarak antara kelahiran nabi Ismail as sampai kelahiran nabi Isa as itu berjarak 1910 tahun, dan jarak dari nabi Isa as sampai sekarang adalah 2008 tahun, karena kalender masehi itu dihitung mulai dari nabi Isa as dilahirkan. Oleh karena itu 1910 tahun ditambah 2008 tahun ada 3918 tahun dikurangi umur nabi Ismail ketika akan disembelih sekitar umur 8 tahun. Denan demikian ada 3910 tahun atau sudah 3910 kali diperingati. Peristiwa bersejarah ini, yaitu peristiwa adegan penyembelihan terhadap nabi Ismail oleh nabi Ibrohim ini tidak terlepas dari banyak mengalami godaan. Dan godaan-godaan itu berhasil diatasi oleh nabi Ibrohim as. Kita dapat merasakan dan membayangkan keadaan nabi Ibrohim ketika itu. Beliau sudah lanjut usia, sudah lama sangat menginginkan anak dan sekarang keinginan itu dikabulkan, sekarang beliau mempunyai anak, rasa bahgia tak terperikan menyelimuti hati beliau, muncul rasa bangga ada generasi yang akan melanjutkannya. Sekarang anak itu baru berusia sekitar 8 tahun, rasa kasih sayang beliau yang baru menggelora, dan tiba-tiba semua rasa senang, indah dan bahagia itu sekarang harus diputus. Ya tiba-tiba harus dipotong!, anak kandungnya sendiri itu, anak yang telah lama dinantikan itu, anak yang amat dicintainya itu, anak satu-satunya itu, sekarang harus beliau sembelih!. Dan disembelih oleh tangan beliau sendiri. Allhu akbar! 3x. Siapakah orangtua yang sedang mengalami perasaan demikian sebagaimana yang dialami oleh nabi Ibrohim mempunyai keberanian dan ketegaran sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Ibrohim? Jawabnya tidak ada! Nabi Ibrohim memang lain! Beliau lakukan semua ini demi mentaati perintah Allah. Ya demi mentaati perintah Allah apa pun akan beliau lakukan termasuk bila harus menyembelih satu-satunya anak kandungnya sendiri. Allahu akbar 3x</p>
<p>Godaan-godaan yang dialami oleh nabi Ibrohom ketika itu, muncul dari iblis dengan pertanyaan yang benar-benar menggoda. Pertanyaan-pertanyan itu antara lain. Masak sih anak kandung sendiri mau disembelih? Ada orang tua kejam mau menyembelih anaknya? Dan lainya. Ini adalah perlambang bahwa kalau kita hendak berkurban sesuatu yang kita sayangi atau sesuatu yang bernilai, kita pun akan digoda, pertama godaan itu dapat muncul dari pikiran kita sendiri, contohnya mau bersedekah uang 1 juta, pikiran kita akan menggoda dengan mempertanyakan gantinya dari mana? Masak sih susah-susah cari uang, keluarnya kok dengan cuma-cuma saja? Jangan sebanyak itulah, itu mah terlalu banyak! Sedikit saja nanti agar bisa buat keperluan yang lain! Dan pertanyaan-pertanyaan atau saran-saran yang muncul dari otak kita yang intinya agar tidak jadi sedekah atau mengurangi jumlahnya.</p>
<p>Godaan yang kedua dapat terbit dari perasaan kita sendiri, misalnya jangan dululah, nanti kita punya apa? Kalau uang kita sedikit bisa menurunkan gengsi lo!? Nanti kalau kedatangan saudara atau teman akrab dari luar kota kita ngak bisa menjamu lo!? Malu lo kalau mereka tahu kita ngak punya banyak uang!? Dan seterusnya.</p>
<p>Godaan yang ketiga bisa tumbuh dari lingkungan kita sendiri. Contohnya, dari istri : jangan sebanyak itu, kan kebutuhan kita masih banyak! Dari teman, jangan sebanyak itu, nanti yang lain mengandalkan anda, ya kalau pas anda ada, kalau pas nggak ada? Nanti bisa kacau! Komentar tetangga, umumnya kalau orang-orang sini menyumbang itu tidak sebanyak itu. Rata-rata 100 ribu, dan itu rata-rata yang paling tingi lo.Dan seterusnya. Maka dari itu kalau nanti kita mau berkorban apa saja kita harus berani mengalahkan godaan-godaan itu. Yang namanya godaan itu bukan inti tapi hanya kulit luar yang menguji apakah kita lulus apa tidak. Maka menangkan niat baik kita itu, supaya kita lulus sebagaimana yang dialami oleh nabi Ibrohim. Dan ingat! Allah amat merindukan kita lulus menghadapi ujian berupa mengalahkan godaan-godaan itu, jauh melebihi perasaan orang tua yang merindukan anaknya lulus ujian sekolah. karena Allah amat merindukan memberikan hadiahnya. Ya Allah amat merindukan memberikan hadiah kepada siapa saja yang lulus menghadapi ujian kehidupan ini. Kepada siapa saja tanpa pandang bulu! Sebagaimana hadiah yang Allah telah anugerahkan kepada nabi Ibrohim, setelah beliau lulus menghadapi beberapa ujian. Allah mewisuda beliau sebagai hadiahnya dengan menjadikan beliau sebagai  للناس اماما  pemimpin manusia. Sebagaimana tertera di Al Qur’an surat Albaqoroh : 124</p>
<h1>وادابتلى ابراهيم ربه بكلمات فاتمهن قال انى جاعلك للناس اماما قال ومن دريتي قال لا ينال عهدى الظالمين</h1>
<p>Artinya : dan ( ingatlah ) ketika nabi Ibrohim diuji Tuhannya denan beberapa kalimat, lalu nabi Ibrohim menunaikannya. Allah berfirman “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi manusia” nabi Ibrohim berkata “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang dlolim”</p>
<p>Allahu akbar3x</p>
<p>Sikap rela berkorban dari nabi Ibrohim ini setiap tahun secara resmi dingatkan kepada kita, dengan maksud agar kita dapat meneladaninya. Karena ternyata pengorbanan itu pasti akan mendapat imbalannya. Dalam kasus nabi Ibrohim. Allah menganugerahkan sebuah jabatan prestisius yaitu menjadi pemimpin bagi manusia. Siapa pun dari penduduk bumi ini, yang normal pasti senang dan bangga menjadi pemimpin bagi manusia. Bersamaan dengan dijadikan nabi Ibrohim sebagai pemimpin manusia, Allah pun mengfasilitasi beliau dengan berbagai macam fasilitas, baik harta benda, ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, kewibawaan dan sebagainya sehingga membuat beliau betul-betul menjadi orang yang terhormat di mata semua orang. Bahkan sampai sekarang ini nama beliau bersih dari hujatan, semua agama mengakui beliau sebagai orang yang terhormat, jejak-jejak beliau diabadikan manusia, al Qur’an mencantumkan nama beliau sebagai nama surat dalam Al Qur’an, dalam tahiyat salat dibacakan solawat atas nabi Ibrohim dan sebagainya.</p>
<p>Allahu akbar 3x</p>
<p>Hari ini dan tiga hari berikutnya, kita diberi waktu oleh Allah untuk membuktikan sikap rela berkorban itu dengan menyembelih hewan korban. Kita diuji apakah kita lebih cinta kepada harta atau kepada Allah? Apakah kita lebih cinta kepada yang memberi atau barang pemberiannya. Maka bagi siapa saja yang mampu berkorban buktikanlah bahwa cinta kita kepada Allah itu lebih besar dari mencintai harta kita dengan menyembelih hewan korban. Karena kalau Anda mampu berkorban tetapi Anda tidak mau berkorban, maka Anda dianggap sebagai bukan pengikut agama Islam. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw :</p>
<p>من كان له سعة فلم يضح فلا يقربن مصلا نا</p>
<p>Artinya : barang siapa mempunyai kesempatan atau kemapuan untuk berkorban tetapi tidak mau berkorban, maka sungguh jangan dekati tempat solat kami.</p>
<p>Dalam hadits ini disebutkan    فلا يقربن    ada nun taukid di dalam kalimat ini menunjukkan kesungguhan dalam melarang mendekat tempat solat kami. Dengan kata lain dilarang keras mendekat tempat solat kami. Hadit ini benar-benar mengisaratkan bahwa orang yang tidak mau berkorban sedang ia mempunyai kemampuan berkorban adalah bukan pengikut agama Islam, karena mendekat ke tempat salat saja sudah dilarang keras. Padahal perbedaan mukimin dan kafir itu salah satu indikatornya adalah salat. Nah kalau kita mengaku beragama Islam ya buktikan pengakuan itu dengan berkorban bagi yang mampu. supaya pengakuan kita itu bermakna, bukan pengakuan kosong. Ingatlah bahwa kalau kita mati nanti sedang amal kita cuma sedikit, eh di akhirat kita tidak dianggap pengikut nabi Muhammad, otomatis tidak akan mendapat syafaat dari beliau, sedang dosa yang kita pikul banyak menggunung tidak imbang dengan amal baik kita. Mau minta tolong kepada siapakah kita? Padahal saat itu yang namanya anak, istri, suami, orang tua semuanya tidak dapat menolong kita barang sedikitpun. Ini semua gara-gara mempertahankan materi yang sedikit tapi akibat sengsaranya tidak terperikan. Oleh karena itu sebelum saat mengerikan itu tiba menimpai, maka jauhkanlah dan hindarkanlah dengan berkorban! Insya Allah Anda akan mendapat ganti yang jauh lebih baik.</p>
<p>Allahu akbar 3x</p>
<p>Sebelum saya mengakhiri khutbah ini, perlu saya sampaikan kesimpulannya.</p>
<ol>
<li>setiap kita mau beramal baik apalagi yang bernilai, pasti akan muncul godaan-godaan, maka menangkan niat itu.</li>
<li>berkorbanlah bila Anda mampu berkorban, supaya Anda selamat di akhirat nanti. Karena kalau harta itu kita pertahankan pun belum tentu kita yang menikmati, apalai kalau kita mati duluan, maka harta itu akan menjadi rebutan oleh ahli waris kita.</li>
</ol>
<p>Demikian khutbah ini saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, amin. semoga kita dapat meneladani nabi Ibrohim, amin. semoga kita dapat berkorban setiap tahunnya, amin. semoga kita dapat mengalahkan godaan-godaan kehidupan ini. Amin ya robbal ‘alamin.</p>
<p>بارك الله لى ولكم فى القران الظيم   ونفعنى واياكم بما فيه من الايات والدكر الحكيم اقول قولى هدا واستغفر الله لى و لكم ولسائر المسلمين الله غفور رحيم</p>
<p>بارك الله لى ولكم فى القران الظيم   ونفعنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم اقول قولى هذا واستغفر الله لى و لكم ولسائر المسلمين الله غفور رحيم</p>
<p>الله اكبر 9 لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد الحمد لله كثيرا و سبحا ن الله بكرة واصيلا    الحمد لله الذى جعل الاعياد بالافراح والسرور وضاعف للمتقين جزيل الاجور وكمل الضيافة فى يوم العيد لعموم المؤمنين بسعيهم المشكور اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله ان الله وملائكته يصلوان على النبي ياايهاالذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعه الى يوم الدين برحمتك يا ارحم الراحمين اللهم اغفرللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات اللهم ادفع عناالغلاء والبلاء والفخشاء والمنكر والقحط والوباء والسيوف المختلفة والشدائد والامراض والمحن والفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كل شيء قدير ربنا اغفرلنا ولاخواننا الدين سبقون بالايمان ولاتجعل فى قلوبناغلا للذين امنوا ربنا انك رؤف رحيم   عباد الله ان الله يأ مربالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون اذكرواالله العظيم يذكركم واسئلوه من فضله يعظكم ويهدكم ولذكر الله اكبر  السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=98&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/26/khotbah-idul-adha-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khusyuk Dalam Beramal</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/22/khusyuk-dalam-beramal/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/22/khusyuk-dalam-beramal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 16:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TASAWUF]]></category>
		<category><![CDATA[imam ghozli]]></category>
		<category><![CDATA[khusyuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim Imam Ghozali memberikan gambaran bahwa amal ibadah itu ibarat memberi hadiah kepada seseorang yang terhormat. Pada umumnya dan seharusnya kalau memberi hadiah kepada orang yang terhormat itu ya berupa sesuatu yang berharga atau yang baik. Mengapa demikian? Sebab, selera orang terhormat itu tinggi dan apa-apa yang telah dipunyai olehnya itu adalah barang yang bagus-bagus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=92&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Imam Ghozali memberikan gambaran bahwa amal ibadah itu ibarat memberi hadiah kepada seseorang yang terhormat. Pada umumnya dan seharusnya kalau memberi hadiah kepada orang yang terhormat itu ya berupa sesuatu yang berharga atau yang baik. Mengapa demikian? Sebab, selera orang terhormat itu tinggi dan apa-apa yang telah dipunyai olehnya itu adalah barang yang bagus-bagus serta mampu membeli barang yang mahal, sehingga wajar bila ia tidak atau kurang berkenan menerima hadiah yang biasa-biasa saja apalagi kalau yang buruk dan murahan.<span id="more-92"></span></p>
<p>Perlu diingat bahwa tujuan dari memberi hadiah itu adalah supaya yang diberi hadiah itu senang pada hadiah tersebut, yang dengan senangnya pada hadiah itu, akan membuat yang diberi hadiah menjadi senang juga kepada orang yang memberi hadiah. Dengan kata lain tujuan memberi hadiah adalah supaya terwujud adanya kedekatan secara emosional antara si pemberi dan penerima hadiah. Jadi, jika kita memberi hadiah kepada seseorang, namun orang yang kita beri itu kurang/tidak berkenan dengan hadiah itu, maka menjadi percuma saja pemberian hadiah tersebut. Karena tujuan dari memberi hadiah itu tidak tercapai.</p>
<p>Salat yang kita lakukan setiap hari itu adalah bentuk hadiah yang kita persembahkan kepada Allah. Hadiah itu kita persembahkan supaya kita menjadi lebih dekat kepada Allah. Bila kita sudah memberi hadiah setiap hari tapi rasa kedekatan kita kepada Allah kok tidak bertambah, masih mudah tersinggung, mudah marah, suka memaksakan kehendak, riya dalam beramal, sombong, gila hormat, mudah mengeluh, dusta dan lainnya, maka kita perlu introspeksi pada salat kita. Jangan-jangan hadiah yang kita persembahkan itu termasuk kategori yang buruk dan murahan atau salah cara menyampaikannya, sebab dalam kita melakukan salat itu masih sebatas hanya fisik yang menghadap Allah, tapi hati dan pikiran kita masih mengembara ke mana-mana.</p>
<p>Bisa diibaratkan bahwa melakukan salat yang tidak khusyuk itu seperti memberi hadiah kepada presdien dengan cara memalingkan mukanya ke tempat lain seperti ada kesan bahwa ia tidak sudi melihat wajah beliau. Tentu saja, sebaik apa pun hadiah yang dipersembahkan, bila cara menyampaikannya tidak dengan hormat seperti itu, maka beliau tidak akan berkenan menerimanya. Sebab beliau mempunyai harga diri dan mampu membeli barang yang lebih baik daripada barang yang dihadiahkannya itu.</p>
<p>Ingatlah hadits nabi yang menyatakan bahwa “Berapa banyak dari orang yang menjalankan salat, mereka tidak mendapat apa-apa dari salatnya kecuali kepayahan”</p>
<p>“Berapa banyak dari orang yang berpuasa, mereka tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga”</p>
<p>Jadi, amal ibadah yang kita lakukan itu sebaiknya benar secara syariat dan benar juga secara hakekat atau betul secara fiqih dan betul juga secara tasawuf atau benar secara lahir dan benar juga secara batin. Betul secara syariat itu ibarat bentuk bendanya yang bagus nan indah, betul secara hakekat itu ibarat cara menyampaikan yang sopan nan santun. Sehingga dengan demikian dapat diharapkan bahwa hadiah-hadiah yang kita persembahkan itu akan diterima Allah, lalu Allah pun berkenan menaruh perhatian yang lebih kepada kita sehingga terjalin hubungan emosional yang akrab, hubungan cinta yang mesra.</p>
<p>Demikian ulasan sederhana ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan pertolongan oleh Allah supaya kita dapat beramal dengan benar secara lahir dan batin, sehingga amal ibadah kita dapat membuat Allah berkenan menerimanya, lalu Allah berkenan mencintai kita dengan cinta yang mesra. Amien ya robbal ‘alamien</p>
<p>Salam Sukses Bahagia</p>
<p>By Nur Muhid</p>
<p>0852 2580 5657</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=92&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/22/khusyuk-dalam-beramal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas 2</title>
		<link>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/22/ikhlas-2/</link>
		<comments>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/22/ikhlas-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 16:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurmuhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[TASAWUF]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[imam Ghozali]]></category>
		<category><![CDATA[Salat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurmuhid.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim Untuk memahamkan suatu masalah itu kadang perlu banyak contoh atau ibarat, karena dengan ibarat-ibarat itu, orang akan menjadi mudah merasakan gambaran yang dimaksud atau memperjelas pemahaman terhadap persoalan tertentu, sehingga dengan demikian akan menghindari pemahaman yang salah. Jaman dulu, menjadikan budak sebagai hadiah kepada orang yang terhormat itu sudah menjadi hal yang biasa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=89&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bismillahirrohmaanirrohiim</strong></p>
<p><strong>Untuk memahamkan suatu masalah itu kadang perlu banyak contoh atau ibarat, karena dengan ibarat-ibarat itu, orang akan menjadi mudah merasakan gambaran yang dimaksud atau memperjelas pemahaman terhadap persoalan tertentu, sehingga dengan demikian akan menghindari pemahaman yang salah.</strong></p>
<p><strong>Jaman dulu, menjadikan budak sebagai hadiah kepada orang yang terhormat itu sudah menjadi hal yang biasa dan tidak tabu. Bukti bahwa itu dulu benar terjadi adalah bahwa nabi<span id="more-89"></span> Muhammad pernah mendapat hadiah berupa budak wanita yang bernama <strong>Maria Al-Qabtiyya dari raja Mesir. </strong></strong></p>
<p><strong>Sekarang tradisi itu masih juga diterapkan, namun mereka malu bila hal itu dikatahui oleh masyarakat umum, karena yang diberikan itu bukan budak dalam arti yang sebenarnya, tapi “budak” nafsu berupa wanita muda layaknya lonte, contohnya; ketika ada acara menyambut kunjungan dari atasan di hotel mewah, diberinya pula ‘welcome fruit’ berupa wanita cantik atau contoh lainnya; ketika orang ingin mendapat tender, ia akan memberi hadiah macam-macam termasuk hadiah yang berupa ‘budak’ itu kepada pimpro (pimpinan proyek) atau semacamnya, supaya ia diberi tender atau dimenangkan dalam lelang tendernya.</strong></p>
<p><strong>Kembali ke soal ikhlas. Beribadah itu ibarat memberi hadiah, begitulah kata Imam Ghozali. Bila kita beribadah dengan benar secara syariat/fiqih itu ibarat memberi hadiah berupa budak yang cantik. Dan jika kita beribadah dengan ikhlas dan hadir hatinya itu ibarat memberi hadiah berupa sesuatu yang bernyawa.</strong></p>
<p><strong>Jadi, bila kita beribadah namun hati kita tidak ikhlas dan tidak hadir hatinya, itu ibarat seperti kita memberikan hadiah berupa budak yang tanpa nyawa. Bayangkanlah bila yang diberi hadiah itu adalah manusia pada umumnya, maka ketika diberi hadiah seperti itu, meskipun mayat budak wanita itu cantik, atau gagah dan besar kalau budak itu pria, mungkin satu sisi ia senang karena dihormati dengan diberi hadiah, tapi pada sisi yang lain ia juga sedih karena tahu bahwa hadiahnya itu hanya akan menambah kerepotannya saja. Sebagian mungkin malah akan marah kalau diberi hadiah mayat seperti itu, karena menangkap bukan sebagai hadiah tapi sebagai bentuk penghinaan kepadanya.</strong></p>
<p><strong>Kalau selama ini kita beribadah salat dan kita merasa cukup hanya dengan khusyuk ketika takbir saja, dengan alasan bahwa bagi orang awam itu sudah dianggap khusyuk semua salatnya asal pada saat takbir sudah khusyuk. Itu bisa diibaratkan seperti memberi hadiah berupa budak yang lumpuh separo tubuhnya. Lalu untuk apakah hadiah yang seperti itu? Dipanjang di ruang tamu, tidak layak. Ditaruh di kamar, malah merepotkan. Disimpan di gudang, bukan barang mati. Jadi, pada hakekatnya hadiah yang semacam ini hanya akan menambah beban yang tidak menyenangkan saja.</strong></p>
<p><strong>Kesimpulannya; marilah kita senantiasa berupaya untuk dapat beribadah secara sempurna baik secara lahir maupun batin. Tidak merasa cukup hanya dengan sudah bisa beribadah secara sempurna, namun ternyata baru sempurna secara syariat saja. Ambil “hati” Tuhan dengan mempersembahkan yang terbaik.</strong></p>
<p><strong>Demikian ulasan sederhana ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan pertolongan Allah sehingga kita dapat beramal dengan ikhlas semata-mata karena Allah saja. Amien ya robbal ‘alamien</strong></p>
<p><strong>Salam Sukses Bahagia</strong></p>
<p><strong>By Nur Muhid</strong></p>
<p><strong>0852 2580 5657</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurmuhid.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurmuhid.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurmuhid.wordpress.com&amp;blog=11139068&amp;post=89&amp;subd=nurmuhid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurmuhid.wordpress.com/2010/03/22/ikhlas-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36528587f3486198086ca8c4e67694b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurmuhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
