Khotbah Idul Adha 2
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله اكبر 9 لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد الحمد لله كثيرا و سبحا ن الله بكرة واصيلا لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده و اعز جنده وهزم الاحزاب وحده لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعه الى يوم الدين برحمتك يا ارحم الراحمين وادابتلى ابراهيم ربه بكلمات فاتمهن قال انى جاعلك للناس اماما قال ومن ذريتي قال لا ينال عهدى الظالمين اما بعد عباد الله اوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون
Allahu akbar 3x
Segala puji bagi Allah. Allah Yang Maha besar yang tiada Tuhan selain Allah. Tidak ada yang menyekutukan-Nya. Allah yang Maha Besar Kekuasaan-Nya yang meliputi seluruh langit dan bumi berikut segala yang ada di antara keduanya. Sungguh tidak ada satu makhluk pun menyamai-Nya. Dan manusia itu sesungguhnya amat kecil betapa ia mempunyai kekayaan seisi bumi ini, karena bumi ini dibandingkan dengan alam raya hanyalah setitik debu saja, karena itu tidaklah pantas bagi kita manusia bersikap mengagungkan diri kita sendirinya. Bersikap sombong juga congkak.
Solawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi agung Nabi besar Muhammad saw, kepada keluarga beliau, kepada sahabat-sahabat beliau dan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau.
Alllahu akbar 3x
Hari ini adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, Mengagungkan Allah swt. dianjurkannya lebih memperbanyak membaca takbir pada hari raya ini daripada dianjurkan memperbanyak kalimat-kalimat yang lain seperti kalimat istighfar, kalimat lahaula wala quwwata illa billah, kalimat inna lillahi wainna ilaihi rojiun atau solawat kepada nabi agung Muhammad saw. Dianjurkannya memperbanyak takbir daripada yang lain ini tidak lain karena selama hari-hari di luar hari raya, kita ini lebih mengagungkan kepada selain Allah. Kita sedikit sekali menyadari keagungan Allah dan membesarkan-Nya. Sadar atau tidak, diakui atau tidak di hari-hari yang lain pikiran yang muncul dari otak kita, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut kita, sesuatu yang terbetik dalam hati kita dan juga perilaku dari angota tubuh kita cenderung mengagungkan kepada yang selain Allah. Praktisnya di hari-hari yang lain kita lebih disibukan dengan aktifitas mencari kehidupan dunia. Hampir seharian penuh setiap harinya, seluruh aktifitas kita tertuju pada kehidupan dunia ini. Dan dari aktifitas mencari kehidupan dunia itu yang beraneka macamnya itu, ada yang paling banyak kita preoritaskan kalau tidak malah kita “agungkan”. Yaitu aktifitas kita lebih banyak tertuju kepada hal-hal yang berkaitan dengan isi perut. Survei menunjukkan bahwa 70 % income atau penghasilan masyarkat Indonesia habis untuk belanja makanan. Maka tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa kita lebih mempreoritaskan aktifitas kita pada hal-hal yang berkaitan dengan isi perut. Dan di hari ini kita disuruh secara khusus agar aktifitas kita itu, sejenak kita arahkan untuk mengagungkan kepada yang memang semestinya kita agungkan, yaitu Allah yang Maha Besar. sebagaimana simbolnya bahwa hewan kurban yang akan disembelih itu adalah kambing. Bukan jerapah! Kambing adalah binatang yang kepalanya setara dengan perut dan kemaluannya. Ini simbol bahwa isi pikirannya itu hanya berkisar pada hal-hal yang berkaitan dengan isi perut dan pelampiasan kelaminnya itu. Dan hewan kurban yang dianjurkan adalah hewan yang jantan, meskipun yang betina juga dibolehkan, ini menunjukkan bahwa selain dagingnya lebih banyak, ternyata isi otak orang pria itu lebih dominan berbau porno dibandingkan dengan isi otak orang wanita. Dan hari ini pikiran yang ke arah dua jurusan itu dianjurkan sejenak sekali lagi sejenak untuk disembelih sebagaimana menyembelih kambing itu. Mengapa dianjurkan untuk disembelih? Antara lain adalah supaya mendapat ganti yang lebih besar. Salah satu ganti yang besar itu adalah kehormatan diri atau martabat yang tinggi atau ketinggian derajat. Coba kita ingat, apa komentar orang terhadap orang yang pikirannya penuh berisi hal-hal yang berkaitan dengan soal makanan sehingga sampai sering tercetus ke dalam kata-katanya. sedikit-sedikit menanyakan soal makan, kerja sedikit tanya apa snacknya, bantu sedikit tanya soal kleni-annya, diajak pergi tanya mau diberi makan apa. Dipanggil “ke sini! ke sini!” jawabnya mau diberi apa? Komentar yang kita dengar terhadap orang itu adalah “pakanane wae!”. orang yang sering mendapat komentar demikian yaitu serin dibilang pakane wae, pakanane wae tentu menjadi merendah martabatnya, turun derajatnya. Begitu juga dengan orang yang pikirannya dipenuhi denan hal-hal yang berkaitan dengan kelamin melulu. Komentar orang kepadanya adalah “otak ngeres!”. kata “ngeres” adalah ungkapan terhadap situasi yang kotor, tidak enak dipandang dan merasa jijik berada di sana. Bila dihayati komentar ngeres ini adalah komentar sedemikian rendah, karena otaknya digambarkan sebagai kotor lagi menjijikkan. Padahal otak adalah kehormatan manusia. Sekarang kehormatan itu dicap atau dianggap menjijikan. Ah sunggug terlalu. Tentu orang yang mendapat sering komentar “si otak ngeres” itu juga akan menjadi rendah martabatnya. Bukankah kalau nanti sedikit saja si otak ngeres ini melakukan kesalahan di bidang yang lain akan dibilang “dasar otak ngeres”? gitu. Komentar yang dihubung-hubungkan dengan isi otaknya, padahal hal atau bidang yang ia melakukan kesalahan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi otak ngeresnya itu. Komentar yang tidak relevan tentu akan semakin menjengkelkan dan semakin merendahkan martabatnya. Nach Keberanian sejenak memotong pikiran kepada kedua arah itu setiap harinya atau setidaknya meminimalisir pikiran-pikiran yang begitu itu lalu kemudian diarahkan kepada membesarkan Allah swt akan menghasilkan kualitas diri sebagai manusia yang bermartabat. Mudah-mudah kita semua diberi kesanggupan menjalankannya. Dan menjadi manusia-manusia yang bermartabat tinggi. Amin.
Allahu akbar 3x
Khotbah-khotbah idul adha tidak lengkap bila tidak menceritakan peristiwa penyembelihan oleh nabi Ibrohim kepada putranya nabi Ismail. Berdasarkan perhitungan para ahli sejarah, Hari ini adalah peringatan sekitar yang ke 3910 kalinya. Angka 3910 ini muncul dari penjumlahan jarak antara kelahiran nabi Ismail as sampai kelahiran nabi Isa as itu berjarak 1910 tahun, dan jarak dari nabi Isa as sampai sekarang adalah 2008 tahun, karena kalender masehi itu dihitung mulai dari nabi Isa as dilahirkan. Oleh karena itu 1910 tahun ditambah 2008 tahun ada 3918 tahun dikurangi umur nabi Ismail ketika akan disembelih sekitar umur 8 tahun. Denan demikian ada 3910 tahun atau sudah 3910 kali diperingati. Peristiwa bersejarah ini, yaitu peristiwa adegan penyembelihan terhadap nabi Ismail oleh nabi Ibrohim ini tidak terlepas dari banyak mengalami godaan. Dan godaan-godaan itu berhasil diatasi oleh nabi Ibrohim as. Kita dapat merasakan dan membayangkan keadaan nabi Ibrohim ketika itu. Beliau sudah lanjut usia, sudah lama sangat menginginkan anak dan sekarang keinginan itu dikabulkan, sekarang beliau mempunyai anak, rasa bahgia tak terperikan menyelimuti hati beliau, muncul rasa bangga ada generasi yang akan melanjutkannya. Sekarang anak itu baru berusia sekitar 8 tahun, rasa kasih sayang beliau yang baru menggelora, dan tiba-tiba semua rasa senang, indah dan bahagia itu sekarang harus diputus. Ya tiba-tiba harus dipotong!, anak kandungnya sendiri itu, anak yang telah lama dinantikan itu, anak yang amat dicintainya itu, anak satu-satunya itu, sekarang harus beliau sembelih!. Dan disembelih oleh tangan beliau sendiri. Allhu akbar! 3x. Siapakah orangtua yang sedang mengalami perasaan demikian sebagaimana yang dialami oleh nabi Ibrohim mempunyai keberanian dan ketegaran sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Ibrohim? Jawabnya tidak ada! Nabi Ibrohim memang lain! Beliau lakukan semua ini demi mentaati perintah Allah. Ya demi mentaati perintah Allah apa pun akan beliau lakukan termasuk bila harus menyembelih satu-satunya anak kandungnya sendiri. Allahu akbar 3x
Godaan-godaan yang dialami oleh nabi Ibrohom ketika itu, muncul dari iblis dengan pertanyaan yang benar-benar menggoda. Pertanyaan-pertanyan itu antara lain. Masak sih anak kandung sendiri mau disembelih? Ada orang tua kejam mau menyembelih anaknya? Dan lainya. Ini adalah perlambang bahwa kalau kita hendak berkurban sesuatu yang kita sayangi atau sesuatu yang bernilai, kita pun akan digoda, pertama godaan itu dapat muncul dari pikiran kita sendiri, contohnya mau bersedekah uang 1 juta, pikiran kita akan menggoda dengan mempertanyakan gantinya dari mana? Masak sih susah-susah cari uang, keluarnya kok dengan cuma-cuma saja? Jangan sebanyak itulah, itu mah terlalu banyak! Sedikit saja nanti agar bisa buat keperluan yang lain! Dan pertanyaan-pertanyaan atau saran-saran yang muncul dari otak kita yang intinya agar tidak jadi sedekah atau mengurangi jumlahnya.
Godaan yang kedua dapat terbit dari perasaan kita sendiri, misalnya jangan dululah, nanti kita punya apa? Kalau uang kita sedikit bisa menurunkan gengsi lo!? Nanti kalau kedatangan saudara atau teman akrab dari luar kota kita ngak bisa menjamu lo!? Malu lo kalau mereka tahu kita ngak punya banyak uang!? Dan seterusnya.
Godaan yang ketiga bisa tumbuh dari lingkungan kita sendiri. Contohnya, dari istri : jangan sebanyak itu, kan kebutuhan kita masih banyak! Dari teman, jangan sebanyak itu, nanti yang lain mengandalkan anda, ya kalau pas anda ada, kalau pas nggak ada? Nanti bisa kacau! Komentar tetangga, umumnya kalau orang-orang sini menyumbang itu tidak sebanyak itu. Rata-rata 100 ribu, dan itu rata-rata yang paling tingi lo.Dan seterusnya. Maka dari itu kalau nanti kita mau berkorban apa saja kita harus berani mengalahkan godaan-godaan itu. Yang namanya godaan itu bukan inti tapi hanya kulit luar yang menguji apakah kita lulus apa tidak. Maka menangkan niat baik kita itu, supaya kita lulus sebagaimana yang dialami oleh nabi Ibrohim. Dan ingat! Allah amat merindukan kita lulus menghadapi ujian berupa mengalahkan godaan-godaan itu, jauh melebihi perasaan orang tua yang merindukan anaknya lulus ujian sekolah. karena Allah amat merindukan memberikan hadiahnya. Ya Allah amat merindukan memberikan hadiah kepada siapa saja yang lulus menghadapi ujian kehidupan ini. Kepada siapa saja tanpa pandang bulu! Sebagaimana hadiah yang Allah telah anugerahkan kepada nabi Ibrohim, setelah beliau lulus menghadapi beberapa ujian. Allah mewisuda beliau sebagai hadiahnya dengan menjadikan beliau sebagai للناس اماما pemimpin manusia. Sebagaimana tertera di Al Qur’an surat Albaqoroh : 124
وادابتلى ابراهيم ربه بكلمات فاتمهن قال انى جاعلك للناس اماما قال ومن دريتي قال لا ينال عهدى الظالمين
Artinya : dan ( ingatlah ) ketika nabi Ibrohim diuji Tuhannya denan beberapa kalimat, lalu nabi Ibrohim menunaikannya. Allah berfirman “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi manusia” nabi Ibrohim berkata “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang dlolim”
Allahu akbar3x
Sikap rela berkorban dari nabi Ibrohim ini setiap tahun secara resmi dingatkan kepada kita, dengan maksud agar kita dapat meneladaninya. Karena ternyata pengorbanan itu pasti akan mendapat imbalannya. Dalam kasus nabi Ibrohim. Allah menganugerahkan sebuah jabatan prestisius yaitu menjadi pemimpin bagi manusia. Siapa pun dari penduduk bumi ini, yang normal pasti senang dan bangga menjadi pemimpin bagi manusia. Bersamaan dengan dijadikan nabi Ibrohim sebagai pemimpin manusia, Allah pun mengfasilitasi beliau dengan berbagai macam fasilitas, baik harta benda, ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, kewibawaan dan sebagainya sehingga membuat beliau betul-betul menjadi orang yang terhormat di mata semua orang. Bahkan sampai sekarang ini nama beliau bersih dari hujatan, semua agama mengakui beliau sebagai orang yang terhormat, jejak-jejak beliau diabadikan manusia, al Qur’an mencantumkan nama beliau sebagai nama surat dalam Al Qur’an, dalam tahiyat salat dibacakan solawat atas nabi Ibrohim dan sebagainya.
Allahu akbar 3x
Hari ini dan tiga hari berikutnya, kita diberi waktu oleh Allah untuk membuktikan sikap rela berkorban itu dengan menyembelih hewan korban. Kita diuji apakah kita lebih cinta kepada harta atau kepada Allah? Apakah kita lebih cinta kepada yang memberi atau barang pemberiannya. Maka bagi siapa saja yang mampu berkorban buktikanlah bahwa cinta kita kepada Allah itu lebih besar dari mencintai harta kita dengan menyembelih hewan korban. Karena kalau Anda mampu berkorban tetapi Anda tidak mau berkorban, maka Anda dianggap sebagai bukan pengikut agama Islam. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw :
من كان له سعة فلم يضح فلا يقربن مصلا نا
Artinya : barang siapa mempunyai kesempatan atau kemapuan untuk berkorban tetapi tidak mau berkorban, maka sungguh jangan dekati tempat solat kami.
Dalam hadits ini disebutkan فلا يقربن ada nun taukid di dalam kalimat ini menunjukkan kesungguhan dalam melarang mendekat tempat solat kami. Dengan kata lain dilarang keras mendekat tempat solat kami. Hadit ini benar-benar mengisaratkan bahwa orang yang tidak mau berkorban sedang ia mempunyai kemampuan berkorban adalah bukan pengikut agama Islam, karena mendekat ke tempat salat saja sudah dilarang keras. Padahal perbedaan mukimin dan kafir itu salah satu indikatornya adalah salat. Nah kalau kita mengaku beragama Islam ya buktikan pengakuan itu dengan berkorban bagi yang mampu. supaya pengakuan kita itu bermakna, bukan pengakuan kosong. Ingatlah bahwa kalau kita mati nanti sedang amal kita cuma sedikit, eh di akhirat kita tidak dianggap pengikut nabi Muhammad, otomatis tidak akan mendapat syafaat dari beliau, sedang dosa yang kita pikul banyak menggunung tidak imbang dengan amal baik kita. Mau minta tolong kepada siapakah kita? Padahal saat itu yang namanya anak, istri, suami, orang tua semuanya tidak dapat menolong kita barang sedikitpun. Ini semua gara-gara mempertahankan materi yang sedikit tapi akibat sengsaranya tidak terperikan. Oleh karena itu sebelum saat mengerikan itu tiba menimpai, maka jauhkanlah dan hindarkanlah dengan berkorban! Insya Allah Anda akan mendapat ganti yang jauh lebih baik.
Allahu akbar 3x
Sebelum saya mengakhiri khutbah ini, perlu saya sampaikan kesimpulannya.
- setiap kita mau beramal baik apalagi yang bernilai, pasti akan muncul godaan-godaan, maka menangkan niat itu.
- berkorbanlah bila Anda mampu berkorban, supaya Anda selamat di akhirat nanti. Karena kalau harta itu kita pertahankan pun belum tentu kita yang menikmati, apalai kalau kita mati duluan, maka harta itu akan menjadi rebutan oleh ahli waris kita.
Demikian khutbah ini saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, amin. semoga kita dapat meneladani nabi Ibrohim, amin. semoga kita dapat berkorban setiap tahunnya, amin. semoga kita dapat mengalahkan godaan-godaan kehidupan ini. Amin ya robbal ‘alamin.
بارك الله لى ولكم فى القران الظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات والدكر الحكيم اقول قولى هدا واستغفر الله لى و لكم ولسائر المسلمين الله غفور رحيم
بارك الله لى ولكم فى القران الظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم اقول قولى هذا واستغفر الله لى و لكم ولسائر المسلمين الله غفور رحيم
الله اكبر 9 لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد الحمد لله كثيرا و سبحا ن الله بكرة واصيلا الحمد لله الذى جعل الاعياد بالافراح والسرور وضاعف للمتقين جزيل الاجور وكمل الضيافة فى يوم العيد لعموم المؤمنين بسعيهم المشكور اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله ان الله وملائكته يصلوان على النبي ياايهاالذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعه الى يوم الدين برحمتك يا ارحم الراحمين اللهم اغفرللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات اللهم ادفع عناالغلاء والبلاء والفخشاء والمنكر والقحط والوباء والسيوف المختلفة والشدائد والامراض والمحن والفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كل شيء قدير ربنا اغفرلنا ولاخواننا الدين سبقون بالايمان ولاتجعل فى قلوبناغلا للذين امنوا ربنا انك رؤف رحيم عباد الله ان الله يأ مربالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون اذكرواالله العظيم يذكركم واسئلوه من فضله يعظكم ويهدكم ولذكر الله اكبر السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- April 2010 (4)
- Maret 2010 (9)
- Februari 2010 (3)
- Januari 2010 (5)
- Desember 2009 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS