Mas Noer MD

The real hamba Allah

hakekat hidup

Sebuah ibarat bagus yang Imam Ghazali sampaikan bahwa hidup ini seperti orang yang naik haji berombongan dari negeri jauh, sehingga perlu berhenti di pos-pos tertentu untuk memberi makan ontanya. Sebagian orang ada yang membersihkan ontanya, memberinya hiasan yang bagus, diberinya minum yang sejuk. Dia lengah dengan tujuannya bahwa ia mau berhaji. Karena asyiknya ia memperhatikan ontanya itu, ia akhirnya tertinggal oleh rombongannya. Ia tidak menyadari bahwa tindakannya memisahkan diri ini membuat dirinya dan ontanya menjadi mangsa binatang buas.

Inilah gambaran terhadap dua macam manusia. Sebagian ada yang asyik dengan urusan dunia. Karena asyiknya dengan urusan dunia ini, dia lupa dengan urusan akhirat. Dia menjadi mangsa setan dan menjadi hamba-hamba setan yang nyata.

Bagi orang yang tetap ingat urusan akhirat, yakni yang dimiliki oleh mereka yang bermata hati, menganggap bahwa tidak seberapa penting baginya urusan memberi makan dan memelihara onta kecuali sekedar untuk menguatkan ontanya supaya kuat melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Ia lebih mementingkan untuk memikirkan urusan ibadah haji yang menjadi tujuannya. Sehingga ia memikirkan dan mengurus onta hanya sekedar seperlunya saja.

salam sukses bahagi

By Nur Muhid

24/01/2010 - Posted by | TASAWUF |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.