Sesungguhnya Allah itu amat sayang kepada manusia, digiring-Nya manusia dengan berbagai masalah/ kesulitan agar manusia sadar akan kelemahannya, sadar bahwa ia hanya mahkluk kecil yang bukan seharusnya menghamba kepada materi, bukan semestinya menghamba kepada sesama, juga bukan selayaknya mengagungkan diri sendiri. Lalu kembali ke jalan yang benar sehingga nanti mati masuk surga.
Ibarat benda, manusia itu dijadikan Allah seperti benda yang paling berharga dan paling canggih layaknya pesawat terbang yang paling mewah. Ketika pesawat mewah ini terbang sering menyenggol pohon, sering menyerempet gedung, sering take off pada landasan yang tidak pada tempatnya sehingga tidak layak terbang lagi. Pesawat yang demikian itu akan Baca selebihnya »
28/01/2010
Posted by nurmuhid |
TASAWUF | betapa panjang dan sulit prosesnya masuk neraka, gambaran hidup manusia, tapi banyak juga yang lolos |
Tinggalkan sebuah Komentar
Di dalam AL Qur’an surat Albaqoroh ayat 264. amal perbuatan yang dilakukan dengan riya itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah/debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah batu itu bersih dari tanah/debu. Sabda nabi “ sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku bukan syirik menyembah batu, pohon, matahari. Tetapi yang aku takutkan atas umatku adalah mereka riya dalam amal mereka”
Dari dua dalil di atas menunjukkan bahwa betapa bahayanya riya. Karena amal yang dilakukan dengan riya itu tidak akan mendapat balasan apa-apa, amal menjadi percuma, Baca selebihnya »
28/01/2010
Posted by nurmuhid |
TASAWUF | Betapa bahaya amal secara riya. namun jangan gundah! Imam Ghozali menjelaskan bagaimana menyikapi perbuatan manusia agar selamat dari riya |
Tinggalkan sebuah Komentar
Hampir sudah dapat dipastikan bahwa hadis berikut ini disampaikan orang pada bulan romadlon. Hadis itu berbunyi “Barang siapa yang mendirikan romadlon dengan iman dan ihtisab, maka diampuninya apa yang dahulu dari dosa-dosanya.”
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim ini, ada dua syarat agar diampuni semua dosanya yang dahulu bagi orang yang menunaikan puasa romadlon. Yaitu iman dan ihtisab. Dengan kata lain, orang yang menunaikan puasa romadlon yang tidak didasari oleh iman dan ihtisab tidaklah akan diampuni dosa-dosanya yang dahulu. Lalu apa hebatnya dua kata itu sehingga sampai menjadi syarat diampuninya dosa-dosa yang dahulu?
Sebelum membahas lebih jauh perlu kiranya mengetahui arti dari iman dan ihtisab itu. Iman (bahasa) artinya percaya. Menurut Dr. Yusuf Al Qardhawy, iman artinya kepercayaan yang meresap ke dalam hati dan Baca selebihnya »
24/01/2010
Posted by nurmuhid |
TASAWUF | mohon ampun ternyata ada persyaratan yang mutlak harus dipenuhi. apakah kita telah memenuhi persyaratan untuk diampuni? apakah syarat itu ? . |
2 Komentar
Sebuah ibarat bagus yang Imam Ghazali sampaikan bahwa hidup ini seperti orang yang naik haji berombongan dari negeri jauh, sehingga perlu berhenti di pos-pos tertentu untuk memberi makan ontanya. Sebagian orang ada yang membersihkan ontanya, memberinya hiasan yang bagus, diberinya minum yang sejuk. Dia lengah dengan tujuannya bahwa ia mau berhaji. Karena asyiknya ia memperhatikan ontanya itu, ia akhirnya tertinggal oleh rombongannya. Ia tidak menyadari bahwa tindakannya memisahkan diri ini membuat dirinya dan ontanya menjadi mangsa binatang buas.
Inilah gambaran terhadap dua macam manusia. Sebagian ada yang asyik Baca selebihnya »
24/01/2010
Posted by nurmuhid |
TASAWUF | Seperti apakah hiudp ini yang sesungguhnya? apakah cari makan dan minum? cari pasangan dan hiburan? bekerja dan punya kediaman? mempunyai kendaraan dan perabotam? Imam Ghozali mengibaratkan ..... |
Tinggalkan sebuah Komentar
Secara bahasa tawakal adalah berserah diri, menyerahkan, mewakilkan. Sedangkan secara istilah, tawakal adalah menyerahkan hasil akhir dari segala sesuatu kepada Allah. Umumnya tawakal dipahami sebagai menyerahkan segala sesuatu kepada Allah setelah berusaha secara maksimal. Bila kita renungkan lebih jauh, tawakal model pemahaman yang terakhir ini adalah termasuk jenis tawakal yang kepekso/ terpaksa. Kata-kata ‘setelah berusaha’ pada pemahaman tawakal secara umum itu, menunjukkan bahwa tawakal itu hanya dilakukan bila terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana semula, sebab kalau segala sesuatunya sudah sesuai dengan rencana, maka bertawakal itu menjadi tidak ada, tidak ada yang namanya tawakal dalam kamus kehidupannya. Baca selebihnya »
09/01/2010
Posted by nurmuhid |
TASAWUF | apakah Anda belum mendapatkan apa yang Anda inginkan? bisa jadi karena Anda hanya mengandalkan kekuatan Anda sendiri. padahal ada kekuatan yang dahsyat. gunakanlah dg bertawakal. mungkin Anda selama i |
4 Komentar